Kreditnya Lunas Desember 2019, Guru TK Ini Diklaim Bank Mandiri Masih Berutang Tiga Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BULUKUMBA, — Salah seorang guru TK, Nuraeni warga Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, merasa kesal dengan pihak Bank Mandiri Cabang Bulukumba.

Bagaimana tidak, perjanjian kontrak atau kredit yang telah disepakti hanya lima tahun atau 60 bulan ternyata berubah secara sepihak menjadi delapan tahun tanpa sepengetahuannya.

Seharusnya, kata Nuraeni, kredit di Bank Mandiri yang dimulai tahun 2014 berakhir bulan Desember 2019 lalu atau dalam kurung waktu lima tahun, namun tanpa alasan jelas berubah menjadi delapan tahun

“Saya heran kenapa bisa berubah jadi delapan tahun padahal waktu pembacaan kontrak kredit oleh pihak bank saya ambil uang Rp 190 juta, itu hanya lima tahun dan sudah dinyatakan lunas Desember lalu. Nah, masuk Januari kenapa saya kembali ditagih lalu pihak bank menjelaskan masih ada angsuran selama tiga tahun atau berkisar Rp 72 juta lebih,” ungkapnya saat melakukan konferensi pers, Rabu (5/2/2020).

Ironisnya, kata Nuraeni, saat melakukan konfirmasi langsung, pihak bank tak mampu menjelaskan detail permasalahannya atau memberi solusi, hanya menyampaikan sesuatu yang tidak masuk akal. “mungkin Anak ibu yang lanjutkan kredit yang selama tiga tahun ini waktu ibu sakit,” kata Nuraeni menyampaikan perbincangannya saat melakukan konfirmasi kepada pihak bank.

Lagi lagi, guru TK ini merasa aneh dengan pihak bank dengan pernyataan bahwa mungkin saja anaknya yang melanjutkan masa kredit.

” Bisanya itu Anak saya yang lanjutkan, bisakah tanpa sepengetahuaku bank menyetujui penambahan kredit tersebut. Apalagi anak saya waktu ditanya bersumpah tidak pernah melakukan itu,” kesalnya.

Apalagi kata dia, pihak Bank tidak mungkin memberikan masa kredit yang terbilang lama kepada nasabah sebab aturannya perbankan bagi ASN mengajukan kredit itu dua tahun sebelum pensiun sudah tidak bisa lagi melakukan kredit.

“Kan jelas di SK ASN itu masa pensiun saya 2022 dua tahun dari sekarang, kalau ditambah lagi tiga tahun berarti saya udah pensiun namun kredit masih berjalan satu tahun. adakah aturan seperti itu di perbankan,” cetusnya.

Lantaran tak puas dengan pernyataan salah satu karyawan Bank Mandiri, Nuraeni pun mendatangi kantor Bank tersebut dan ingin bertemu dengan kepala cabang. Namun setelah sampai di sana (Bank Mandiri, red) dia merasa kecewa karena kepala cabang sedang sibuk melalui pernyataan salah satu karyawan.

“Saya juga kecewa kepada kepala cabang bank Mandiri Bulukumba yang tidak mau menemui saya, tadi ada ji mondar mandir di sini (kantor Bank Mandiri red), saat saya mau bertemu, kata karyawannya bapak lagi sibuk. Padahal saya lihat cuman santai santai dan mondar mandir ji,” tuturnya dalam dialek Makassar.

Sementara itu salah satu karyawan Bank Mandiri bagian kredit yang menemui Nuraeni yang enggan disebut namanya mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan permasalah ini, sebab pada waktu Nuraeni bermohon, karyawan tersebut belum bekerja di Bank Mandiri.

“Bahkan penjelasannya juga tidak masuk akal dan tidak mau terbuka di depan Bu Nuraeni dan para wartawan yang hadir pada saat itu, ia hanya berkata, menyurat saja kesini bu nanti ditindaklanjuti. Sebab kita tidak bisa jelaskan terbuka karena ada rahasia yang tidak boleh di ketahui selain nasabah,” beber karyawan tersebut. (amin/ujungjari.com)

  • Dipublish : 6 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami