Krisis Air Bersih, Warga Taraweang Manfaatkan Air Irigasi

Warga di Kampung Baru, Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang memanfaatkan air irigasi untuk memenuhi kehidupannya
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PANGKEP– Musim kemarau tahun ini membuat warga di Kampung Baru, Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memanfaatkan air irigasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Warga pun terpaksa mengambil air ditempat pengairan irigasi persawahan, lantaran sulitnya mendapat air bersih. Itupun, air yang diperoleh dari pengairan irigasi itu hanya bisa dipakai untuk kebutuhan cuci dan mandi. Dikarenakan air itu tidak begitu bersih untuk kebutuhan masak.

Hal ini pun sudah menjadi rutinitas warga tiap musim kemarau, jaringan atau instalasi pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun tidak tersentuh. Hingga terkadang sebagai warga hanya mengandalkan air bersih tadah hujan disaat musim penghujan. Bahkan harus mengeluarkan uang Rp150 ribu per satu tangki untuk membeli air bersih. Kondisi itu diperparah dengan kondisi dasar tanah padat bebatuan yang tak mendukung hadirnya sumur galian.

Warga Kampung Baru, Ma’Sitti mengatakan beberapa tahun lalu dirinya dan warga disekitar kediamannya sempat mendapat suplai air bersih, itu pun berasal dari aliran air masjid. Namun, terhenti lantaran debit air pada sumur masjid terdekat itu sudah menepis. “Itu dari 6 tahun lalu, sekarang kita sangat kesulitan air bersih. Air bersih baru bisa kita rasakan ketika musim hujan dengan memakai wadah tadah hujan. Dimusim kemarau seperti ini kita hanya mengandalkan air irigasi, untuk sekedar dipakai cuci dan mandi, kalau untuk masak kita beli air kemasan galon,”ungkap Ma’sitti dengan dialeg bahasa bugis.

PAMSIMAS tak Difungsikan

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dari pemerintah pusat telah dibangun tepat di halaman lokasi kantor Desa Taraweang. Namun, hingga saat ini belum juga difungsikan. Terpisah, dikonfirmasi Kepala Desa Taraweang, Amiruddin mengatakan, pihaknya baru saja menerima serah terima hibah pengelolaan Pamsismas tersebut.

Melalui program Pamsimas ini, berharap menjadi solusi bagi warganya yang kekurangan air bersih.”Serah terima hibah pengelolaan baru kita terima kemarin (Senin-red). Dan juga baru hari ini, kita rapat untuk merumuskan pengurus dari pengelolaan Pamsimas ini. Insya Allah kedepan, warga di kampung baru ini dapat dialiri air bersih,”terang Amiruddin, kemarin. Amiruddin pun mengakui, tidak dipungkiri dikampungnya sangat sulit mendapatkan mata air dari hasil galian sumur. Lantaran, unsur tanah pada dasarnya bebatuan. (awi/ade)

Sumber: parepos.fajar.co.id

 

  • Dipublish : 31 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami