Kritisi Pelonggaran PSBB Makassar, Kasrudi: Kalau Mall Buka, Kenapa Masjid Tidak?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Tren berbelanja jelang Idulfitri diyakini akan meningkat meski di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut disambut pemerintah dengan membuat protokol belanja. Pusat perbelanjaan akan dibuka tak terkecuali di Makassar.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi, mendorong kebijakan pelonggaran aktivitas ekonomi di tengah PSBB juga diikuti dengan pelonggaran tempat ibadah.

Kasrudi menyampaikan dengan mulai beroperasinya mall, toko non pangan, bandara serta pelabuhan namun tidak dengan tempat ibadah seperti masjid. Hal tersebut dinilai kurang etis mengingat sudah banyak yang diizinkan beroperasi namun tetap dengan catatan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami dorong diberi juga kelonggaran terhadap tempat ibadah termasuk masjid,” ujar Kasrudi kepada fajar.co.id, Jumat (15/5/2020).

Meski ada kelonggaran namun tidak serta merta melanggar aturan. Kasrudi mengusulkan setiap masjid tetap disiplin menjaga protokol kesehatan yang benar.

“Namun tetap perhatikan protokol kesehatan dengan jaga jarak antar jemaah, disediakan hand sanitizer, bawa sajadah sendiri dan memakai masker,” imbau politisi Partai Gerindra itu.

Ia menilai selama ini masih ada beberapa masjid yang menggelar salat jamaah di Makassar. Namun tidak terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi.

Dengan dibukanya ruang ekonomi publik, dikhawatirkan bakal terjadi kecemeburuan sosial. Baginya hal itu sulit dihindari melihat budaya umat muslim tiap ramadan selalu menghidupkan masjid.

“Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Alangkah baiknya masyarakat diberi kesempatan salat tarwih jamaah di masjid. Itu kita sangat rindukan. Kalau mall buka, kenapa masjid tidak,” tandasnya. (endra/fajar)

  • Dipublish : 16 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami