Kronologis Pasien Korona Meninggal di RS Sanglah Bali

Tim medis memindahkan pasien suspect rabies dari RS Sanjiwani ke BRSUD Tabanan beberapa waktu lalu. (radarbali)
Tim medis memindahkan pasien suspect rabies dari RS Sanjiwani ke BRSUD Tabanan beberapa waktu lalu. (radarbali)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

DENPASAR,-Pasien pertama Covid-19 meninggal ternyata dari Bali. Pasien tersebut dirawat di RS Sanglah selama tiga hari. Warga negara asing tersebut adalah pasien positif Korona dengan nomor kasus 25 yang diumumkan Juru Bicara pemerintah pusat untuk urusan virus Korona Achmad  Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan.

WNA tersebut berjenis kelamin perempuan, berusia 53 tahun.  Dalam konferensi pers di Denpasar, kemarin (11/3), Sekda Bali Dewa Made Indra yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus  Disease (Covid-19) di Bali didampingi Kepala Dinas Kesehatan provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di mengungkapkan, Pemprov Bali malah baru mengetahui pasien WNA itu      positif Korona setelah meninggal pada pukul 02.45 Wita kemarin.

Dikatakan bahwa ini adalah  imported case, wanita asing itu tertular bukan dari Bali. Dewa Made Indra menjelaskan wanita asing itu membawa empat riwayat penyakit, yakni diabetes melitus, hipertensi, hipertiroid, paru menahun dan terakhir riwayatnya sebagai pasien dalam kasus pengawasan Covid 19.

Lebih lanjut dijelaskan, pasien datang ke Bali bersama suaminya melalui bandara I Gusti Ngurah Rai  29 Februari lalu. Kemudian, jatuh sakit dengan gejala demam hingga dibawa ke rumah sakit swasta pada tanggal 3 Maret. Karena tidak kunjung sembuh, dirujuklah ke RS Sanglah pada 9 Maret lalu.

“Masuk rumah sakit Sanglah tanggal 9 Maret. Kemudian dilakukan tindakan prosedur sangat ketat. Pasien ini didiagnosa menderita penyakit bawaan cukup lama,” terang Sekda Bali.

Jenazahnya pun tidak dibawa balik ke negaranya, melainkan langsung dikremasi di pemakaman Taman Mumbul, Badung pukul 12.30 kemarin (11/3).  Menurut Dewa Made Indra, sejatinya hasil laboratorium belum diterima Gubernur Bali atau pemerintah Provinsi Bali.

Hanya saja, Dinas Kesehatan konfirmasi ke pusat bahwa ada pasien dalam kasus pengawasan meninggal dunia. Oleh karena itu, data pasien dibuka oleh pusat dan ternyata dia adalah dengan nomor kasus 25 yang diumumkan positif Covid 19 pada rabu lalu oleh juru bicara istana terkait virus Korona.

Disinggung penyebab kematiannya, Dewa Made Indra tidak bisa memastikan apakah WNA tersebut meninggal karena Covid 19 atau empat penyakit yang sudah lama dia derita.

Anehnya, kenapa pasien tersebut bisa lolos pada pemeriksaan bandara? Dewa Indra menjelaskan bahwa saat pemeriksaan itu suhu tubuhnya normal di bawah 38 derajat Celsius. Jadi, indikatornya hanya pada suhu badan dan ketika normal tidak ada pemeriksaan yang lainnya.

“Dia masuk ke Bali, penyakit ini punya masa inkubasi orang datang itu belum masa inkubasi,” katanya.

WNA ini sudah diperiksa di bandara, tapi temperatur tubuhnya di bawah 38 derajat Celsius. Itu artinya pada saat itu belum masa inkubasinya. Karena datang tanggal 29 februari ada waktu 4 hari masuk tanggal 3 Maret.

Sedangkan untuk tindak lanjut pemerintah provinsi Bali, Dewa Made Indra mengaku sudah melacak orang yang berinteraksi atau sempat kontak dengan pasien. Ada 21 orang orang yang didapat.    Orang itu kontak dari pasien datang ke Bali sampai dirawat di RS Sanglah. Mereka sudah diisiolasi di rumah masing-masing dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan juga diambil sampel swab untuk diuji di Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan).

Bahkan, suaminya juga sudah diisolasi di RS Sanglah pada 9 Maret.  Ditegaskan, kondisi orang yang sempat berinterkasi dan suaminya saat ini dalam keadaan sehat. “Kalau bekerja (orang-orang yang ada kontak ini, red)  diistirahatkan kalau bekerja,” katanya.

Mereka tinggal di rumah tidak boleh kontak dengan orang lain. Terus diambil swab untuk uji ulang. Jadi itu sudah dilakukan tujuannya untuk mencegah penyakit secara lebih luas.

“Suami korban dalam keadaan sehat sekarang mengikuti diisolasi karena ini orang yang paling dekat kontaknya beda dengan yang lain yang kontaknya mungkin sebentar tidak sampai 5 menit,” tambahnya.

Di Bali sendiri, jumlah pasien yang dalam pengawasan sampai saat ini 48 orang. Untuk hasil yang sudah keluar, sebanyak 38 orang dinyatakan negatif. Sisanya, tinggal 10 belum diterima hasilnya. Tapi, satu sudah dipastikan positif walau hasilnya belum diterima oleh Pemprov Bali. Jadi, hasil yang belum keluar ada Sembilan orang yang merupakan WNA.

Kemudian, setelah ada yang dinyatakan positif Covid 19 di Bali, pemerintah ada tindakan bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Wisman masih diizinkan masuk Bali, tidak ada penutupan penerbangan untuk pencegahan masuk korona. Alasannya, karena itu adalah kewenangan pusat. “ Kalau mengenai itu (wisatawan,red) itu kewenangan pusat,” jelasnya. (jpg)

  • Dipublish : 12 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami