KTT ASEAN di Bangkok Diteror Bom

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BANGKOK – Kegiatan pertemuan menteri-menteri luar negeri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok, Thailand mendapat ancaman bom, Jumat (2/8). Akibat insiden tersebut, sedikitnya empat orang mengalami luka.

Kolonel Polisi Kamtorn Uicharoen mengatakan, ada enam bom yang meneror Bangkok. Tiga bom meledak di Kompleks Pemerintah di Chaeng Wattana dan satu gagal meledak, sementara dua lainnya meledak di daerah Chong Nonsi.

“Bom di kedua daerah ini adalah alat peledak improvisasi yang diledakkan menggunakan timer,” katanya, Jumat (2/8)

Pusat Medis Erawan mengungkap, empat korban ledakan itu tidak ada yang mengalami luka serius. “Dan semua menerima perawatan medis di rumah sakit,” katanya seperti dilansir CNA.

Tiga korban luka adalah wanita yang membersihkan jalan ketika sebuah bom meledak. Gambar di situs lokal menunjukkan para korban tampak bingung saat ledakan terjadi. Mereka yang terluka langsung mendapatkan perawatan dari petugas medis. Satu di antaranya dibawa ke ambulans.

Saksi mata mengatakan, seorang penjaga keamanan juga terluka dekat gedung King Power Mahanakhon yang berlantai 77 –milik kelompok King Power yang memiliki klub sepak bola Leicester City sebagai asetnya. Daerah langsung ditutup sementara saat polisi melakukan penggeledahan.

The Bangkok Post melaporkan, kaca di stasiun Skytrain BTS Chong Nonsi hancur setelah ledakan keras terjadi. Dua pintu keluar di stasiun ditutup petugas.

Benda yang meledak itu diyakini polisi sebagai “bom pingpong” karena seukuran bola tenis meja. Pelaku diduga sengaja melakukan serangan simbolis yang ditujukan untuk mempermalukan pemerintah Thailand selama KTT ASEAN berlangsung. Teror ini tidak dirancang untuk menyebabkan korban massal.

“Tiga orang menerima luka ringan akibat pecahan bom,” kata Renu Suesattaya, Direktur Distrik Suan Luang tempat bom pertama dilaporkan.

“Aku menerima laporan bahwa itu adalah ‘bom pingpong’ yang disembunyikan di semak-semak di tepi jalan.”

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-Ocha mengutuk pelaku yang berada di balik ledakan itu.

“Pada pengeboman pagi ini, saya ingin mengutuk mereka yang menyebabkan situasi yang menghancurkan perdamaian dan merusak citra negara. Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk menjaga keselamatan publik dan mereka yang terkena dampak,” kata Prayut.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok memastikan, tidak terdapat WNI menjadi korban dalam sejumlah ledakan yang terjadi di kota tersebut. Bangkok saat ini menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN itu.

“Pihak keamanan menginformasikan bahwa terdapat tiga petugas kebersihan terluka akibat ledakan. Sejauh ini, tidak ada WNI yang menjadi korban,” kata KBRI Bangkok dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8).

KBRI Bangkok masih memantau situasi dan mengimbau agar WNI di Bangkok dan Thailand pada umumnya untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI juga diminta menghindari daerah pusat keramaian dan terus berkomunikasi dengan sesama teman dari Indonesia.

(der/rts/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 3 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami