Kuota Elpiji Bersubsidi Sulteng Tahun Ini 48 Ribu Metrik Ton

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –PT Pertamina (Persero) mengalokasikan kuota elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram untuk Sulawesi Tengah sebanyak 48.506 metrik ton untuk tahun ini. Penetapan dan pengalokasian elpiji bersubsidi berdasar hitung-hitungan riil yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan seperti dilansir dari Antara mengatakan, pada prinsipnya pihaknya tetap menjaga penyaluran dan ketersediaan elpiji supaya tidak terjadi kelangkaan. Pada 2019, Pertamina mengalokasikan kuota elpiji Sulteng sebanyak 47.311 metrik ton, jika dibandingkan dengan tahun ini, alokasi mengalami peningkatan untuk kebutuhan konsumsi di 12 kabupaten dan satu kota di provinsi itu.

Dia menjelaskan, meski saat ini di tengah pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Pertamina menjalankan tugas penyaluran elpiji bersubsidi maupun nonubsidi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) sebagai kebutuhan konsumsi masyarakat. Pertamina sebagai perusahaan menangani energi minyak dan gas (migas) melalui agen penyalur memastikan distribusi produk bersubsidi terserap dengan baik agar kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi.

”Kami juga sebelum penyaluran melakukan penyemprotan cairan disinfektan terlebih dulu ke setiap tabung elpiji di masing-masing agen,” ujar Hatim pada Jumat (3/4).

Dia juga meminta pihak pangkalan agar penyaluran elpiji harus sesuai dengan kebutuhan konsumsi masyarakat, serta tidak menjual barang bersubsidi kepada pengecer dan tidak melakukan tindakan lain di luar ketentuan yang sudah diatur.

”Jika masyarakat menemukan kejanggalan di pangkalan silakan laporkan ke pusat informasi Pertamina di call center 135,” kata Hatim.

Berdasar data kebutuhan konsumsi di 13 daerah di Sulteng, jatah Kota Palu tidak mengalami perubahan 12.234 metrik ton per tahun atau masih menjadi daerah alokasi tertinggi di provinsi itu. Alokasi tertinggi kedua yakni Kabupaten Banggai sebanyak 7.368 metrik ton mengalami peningkatan di banding tahun lalu hanya 7.228 metrik ton, demikian Kabupaten Parigi Moutong 6.579 metrik ton, dan Kabupaten Donggala 5.541 metrik ton.

”Pertamina selalu berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk mengantisipasi gejolak terhadap elpiji tiga kilogram, kami juga menyiapkan elpiji non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram sebagai konsumsi alternatif dan elpiji non-subsidi tidak ada pembatasan kuota,” ujar Hatim. (jp)

  • Dipublish : 3 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami