Lahan Kantor Hanura Diserobot, Wiranto Lapor ke Polisi

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memasang garis polisi di Kantor Partai Hanura di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Pemasangan garis polisi itu lantaran Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus penyerobotan lahan yang menjadi lokasi DPP Hanura.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor laporan LP/4521/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Agustus 2020. Dalam laporan itu, pihak pelapor yakni Arifsyah Matondang. Sedangkan pihak terlapor adalah Ronny Sapulette. “Laporan tanah dari Pak Wiranto terkait penyerobotan tanah. Digaris polisi itu karena sedang olah TKP,” kata Kasubdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasih seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (1/9).

Menurut Dwiasih, pada 2 Agustus 2020, sekitar 30 orang memaksa masuk ke gedung perkantoran milik Wiranto. Bahkan, 30 orang itu memasang benner di depan pos satpam bertuliskan ‘berita acara serah terima gedung perkantoran tanggal 11 September 2017’.

Atas hal itu, pelapor melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya. Pasalnya dari berkas bahwa pemilik dari tanah tersebut atas nama Wiranto. “Dalam sertifikat hak milik nomor 05804/Bambu Apus atas nama Wiranto,” ungkapnya.

Sejauh ini baru 15 orang saksi yang diperiksa termasuk pihak terlapor. Namun dari pemeriksaan sejumalah saksi itu kasus tersebut belum ada yang mengarah kepada tersangka. “Ini terus kita selidika ya,” ungkapnya. (jp)

  • Dipublish : 2 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami