Laju Vaksinasi Covid-19 Indonesia Peringkat 8 Dunia

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah menyasar pada 12,7 juta orang. Semuanya sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac maupun AstraZeneca yang sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pekan ini, vaksinasi diklaim lebih cepat lagi dibanding minggu lalu yang hanya 10 juta orang. Dengan begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan Indonesia berada dalam peringkat delapan dunia dalam laju vaksinasi tercepat.

“Sudah mencapai 12,7 juta vaksinasi, dalam 1 minggu kita sudah bisa menambah 2,5 juta vaksinasi per minggu. Ini membuat Indonesia di posisi 8 dunia,” kata Menkes Budi dalam keterangan virtual, Senin (5/4).

“Jika tak termasuk negara yang memproduksi vaksin sendiri, bahkan Indonesia di nomor 4 dunia,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ini bagus untuk menjawab sikap atau pandangan skeptis internasional terhadap Indonesia.

Budi menegaskan, dengan dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat angka kasus di RS menurun, kasus kematian menurun.

“Ditambah laju vaksinasinya baik, tolong kita jaga. Jangan sampai ada liburan panjang yang selalu terbukti secara empiris meningkatkan 30-50 persen. Bahkan ada sampai 100 persen, itu kita harus hindari sehingga rakyat tidak merasa letih. Kalau kemudian kasusnya naik lagi dan kita harus mengerem kegiatan,” katanya.

“Lebih baik perlahan membuka dan kita menggunakan protokol kesehatan terbukti bisa menjaga laju penularan seperti saat ini,” tutupnya. (jawapos)

  • Dipublish : 6 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami