Langkah Pemerintah Tangani Covid-19 Bakal Pengaruhi Ekonomi ke Depan

EKSPOR IMPOR: Ilustrsi kendaraan berat mengangkut kontainer di Terminal Petikemas, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ekspor-impr adalah satu satu skeor yang terpukul akibat Pandemi Covid-19. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
EKSPOR IMPOR: Ilustrsi kendaraan berat mengangkut kontainer di Terminal Petikemas, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ekspor-impr adalah satu satu skeor yang terpukul akibat Pandemi Covid-19. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,– Kebijakan pemerintah menangani wabah covid-19 saat ini akan berpengaruh besar terhadap perbaikan ekonomi nasional ke depan. Bila semua perencanaan dan proses penanggulangan kesehatan berjalan baik, diharapkan akhir Mei atau awal Juni, Wabah Covid 19 berakhir.

Jika penularan Covid-19 bisa segera diakhiri, perekonomian nasional bisa dikembang didorong untuk tumbuh. Untuk bisa tumbuh positif, pemerintah harus dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan melindungi seluruh sektor ekonomi.

Pemerintah harus bekerja keras menyelamatkan sektor industri yang berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Apalagi, jika industri itu telah lama berdiri dan mampu menggerakan perekonomian daerah maupun nasional, seperti industri pertanian dan perkebunan. Salah satunya, industri hasil tembakau yang mampu menggerakan perekonomian nasional di masa sulit seperti saat ini.

“Kebijakan pemerintah menangani covid-19 ini akan sangat menentukan langkah-langkah berikutnya. Kalau tidak berjalan dengan baik, maka akan semakin buruk (pertumuhan ekonominya),” papar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur Prof Dr Chandra Fajri Ananda kepada pers di Jakarta, Rabu (15/4).

Tumbuh Satu Persen
Namun demikian, bila wabah dan penularan Covid 19 berkepanjangan kemungkinan kondisi ekonomi makin buruk. Perkiraannya tumbuh satu persen. “Hal yang sama juga terjadi di global dimana wabah Covid-19 juga menyebabkan jatuhnya perekonomian. Akhirnya harapan pertumbuhan ekonomi kita sangat tergantung kepada konsumsi masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Chandra, upaya mempertahankan konsumsi rumah tangga efekif bila langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan oleh kalangan industri dapat diminimalisir. Meski hal terseut sulit dilakukan saat ini mengingat banyak perusahaan juga mengalami kelesuan akibat Covid-19.

Agar wabah dan penularan Covid 19 segera berakhir, menurut Fajri Ananda, pemerintah pusat dan Pemda harus bahu membahu mengatasinya secara Bersama. Untuk itu, dirinya mendukung penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 19/PMK 07/ 2020 dimana dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dan dana bagi hasil sumber daya alam (SDA) dapat dipakai Pemda untuk membiayai penanggulangan wabah dan penularan Covid-19.

“Yang jelas pabrik rokok itu salah satu industri yang bahan bakunya dari dalam negeri. Secara umum mereka paling survive karena tembakau lokal masih bisa dipakai,” pungkas Chandra. (jp)

  • Dipublish : 15 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami