Larangan Salam untuk Semua Agama, MUI Pusat Beri Dukungan

Kantor MUI Pusat (Istimewa)
Kantor MUI Pusat (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, mengimbau agar ummat Islam dan pejabat publik tidak mengucapkan salam menggunakan salam semua agama saat berpidato atau lainnya. Imbauan ini, disetujui oleh MUI Pusat.

Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan, Fatwa MUI Jatim merupakan sesuatu yang penting agar ummat Islam bisa lebih paham.

Menurut Anwar, ucapan salam dalam Islam adalah doa. Sehingga ummat islam dilarang meminta selain Allah.

“Kalau ada orang Islam dan orang yang beriman kepada Allah berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, maka murka Tuhan pasti akan menimpa diri mereka. Oleh karena itu, seorang muslim dalam berdoa jangan meminta tolong kepada selain Allah dan atau kepada Tuhan dari agama lain. Apalagi UUD 1945 pasal 29 ayat telah menjamin kita untuk beribadah dan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan yang kita anut,” jelas Anwar kepada wartawan di Jakarta, minggu (10/11) kemarin.

MUI Jawa Timur Larang Ucapkan Salam untuk Semua Agama saat Pidato

Imbauan MUI Jatim ini, menuai kontroversi, sebab dianggap intoleran. Anwar menjelaskan, masing-masing agama dengan kepercayaannya. Sehingga tidak harus menambah ucapan salam yang sudah ada ketentuannya.

“Kita tidak boleh memaksakan kepercayaan dan keyakinan suatu agama kepada pengikut agama lain. Untuk itu, dalam hal ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan maka masing-masing kita harus bisa dalam kehidupan kita sehari-hari untuk saling menghormati ucapan salam yang disampaikan oleh pemeluk suatu agama dengan mempergunakan salam yang sudah lazim dalam agamanya tanpa harus menambah dan mengucapkan salam yang akan disampaikannya dengan salam dalam agama lain,” tutur Anwar. (fin)

  • Dipublish : 11 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami