Lawan Virus Korona, Dokter di India Menggunakan Jas Hujan dan Helm

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, – Bertambahnya kasus positif virus Korona di India membuat tim medis kekurangan alat perlindungan diri (APD) dalam menangani pasien. Hal itu memaksa sejumlah dokter menggunakan jas hujan dan helm motor saat bekerja. Itu indikasi lemahnya sistem kesehatan masyarakat di India jelang antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Perdana Menteri India, Narendra Modi pada Senin (30/3) mengatakan bahwa India sedang berupaya mendapatkan dalam jumlah besar peralatan APD secara domestik dan dari Korea Selatan serta Tiongkok.

Namun, puluhan dokter di garda depan mengatakan kepada Reuters bahwa mereka khawatir tanpa masker dan alat pelindung yang tepat dapat menjadikan mereka sebagai pembawa virus. Saat ini, India melaporkan 1.397 kasus dengan 35 kematian per Selasa (31/3).

Menurut perkiraan, lebih dari 100.000 orang dapat terinfeksi hingga pertengahan Mei. Hal itu membuat sistem kesehatan di India dan dokter yang jumlahnya langka di bawah tekanan yang berat.

Di kota timur Kolkata, dokter muda di fasilitas utama perawatan Covid-19, Rumah Sakit Penyakit Menular Beleghata, pekan lalu dibekali jas hujan plastik untuk memeriksa pasien. “Kami tidak akan bekerja dengan mengorbankan nyawa kami,” ucap salah satu dokter yang menolak disebutkan namanya. Pengawas medis rumah sakit yang bertanggung jawab, Dr Asis Manna, menolak berkomentar.

Di negara bagian Haryana dekat New Delhi, Dr Sandeep Garg dari Rumah Sakit ESI menuturkan, dirinya selama ini menggunakan helm motor lantaran tidak memiliki masker N95, yang memberikan perlindungan signifikan terhadap partikel virus. “Saya menggunakan helm karena dapat menutupi wajah saya sehingga menambah lapisan lagi di atas masker bedah,” kata Garg.

Nasib para dokter dalam pandemi virus Korona menyoroti sistem kesehatan masyarakat yang bobrok dan melebihi kapasitas. Selama bertahun-tahun India kekurangan dana maupun perbaikan. India menganggarkan sekitar 1,3 persen dari GDP untuk kesehatan publik, terendah di dunia.

Bahkan, di rumah sakit pemerintah di kota Rohtak, Haryana, sejumlah dokter senior menolak untuk merawat pasien, kecuali mereka mendapat peralatan keselamatan yang memadai.

Para dokter juga mengumpulkan dana untuk Covid-19. Setiap dokter menyumbang 1.000 rupe untuk membeli masker dan penutup wajah lainnya. “Semua orang takut,” katanya. Tak ada satupun yang ingin bekerja tanpa perlindungan,” jelas seorang dokter. (jp/jm)

  • Dipublish : 1 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami