Layanan Terganggu, Tirta Giri Nata Minta Maaf

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

CIREBON – Ratusan pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata khususnya di Perumahan Kalijaga Permai dan sekitarnya, mengalami gangguan distribusi air bersih. Bahkan sejumlah warga mengeluhkan, air tidak mengalir dari keran satu pekan terakhir. Atas gangguan itu, direksi menyampaikan permohonan maaf.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon Agus Salim menjelaskan, gangguan ini disebabkan oleh kerusakan pada inline booster pump (pompa tekan). Lokasi kerusakan berada di wilayah Ciremai Giri, sehingga pada sekitar wilayah tersebut mengalami gangguan.

“Iya mas, ada kerusakan inline booster pump. Rusaknya alat ini tekanan air menurun pada pipa distribusi. Jadinya air tidak bisa mencapai pelanggan,” ujar Agus, kepada Radar, Senin (30/12).

Dikatakan Agus, sebenarnya alat tersebut sudah diperbaiki sepenuhnya beberapa hari yang lalu. Namun dengan selesainya perbaikan tidak langsung tekanan air dalam pipa distribusi normal kembali. Diperlukan uji coba dalam mengoperasikannya, guna memastikan alat ini bekerja dengan baik dan tidak terjadi kerusakan lagi.

Diharapkan beberapa hari ke depan distribusi air bersih sudah normal. Terutama setelah uji coba ke pelanggan sudah selesai dilakukan. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Kalau ada keluhan atau laporan kerusakan bisa menghubungi kami melalui bagian pelayanan teknik. Kami akan senang melayani pelanggan kami,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir pelayanan distribusi air bersih yang buruk dirasakan warga kompleks Kalijaga Permai, Puri Kalijaga, dan sekitarnya. “Sekarang mati lagi (airnya). Waktu itu empat hari enggak ngocor. Terus ada perbaikan. Tapi sekarang enggak keluar lagi, udah mau tiga hari,” kata warga Kalijaga Permai, Muhammad (40).

Warga kesal dengan layanan Perumda Air Minum yang seperti ini. Sebab, tagihan air mereka tetap normal seperti biasa. Tanpa ada kompensasi. “PDAM memberi kami kado akhir tahun yang mengesalkan. Tanpa pemberitahuan, layanan tiba-tiba terganggu. Pelanggan sangat dirugikan, karena tagihan ya, dibayar normal saja,” tambah Muhammad.

Keluhan serupa disampaikan warga RW 11 Kalijaga Permai, Yoyoh. Berkali kali warga melayangkan komplain, namun tidak memperoleh hasil yang  memuaskan. Terlebih, mereka tetap harus membayar iuran meskipun pelayanan yang diberikan dirasa kurang memuaskan. Puncaknya, sudah dua pekan terakhir air ledeng tak keluar sama sekali.

“Sudah dua minggu ini sama sekali nggak keluar. Jadi hanya pakai air yang dari jet pump saja. Hampir rata di wilayah sini. Banyak ibu-ibu yang mengeluh,” katanya.

Atas penurunan layanan itu para pelanggan menuntut adanya kompensasi dari Perumda Air Minum. Salah satunya adalah tidak membebankan tagihan bulanan, selama layanan belum membaik. (gus/fin)

  • Dipublish : 2 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami