Liburan, Ingat Protokol 3M saat Bertemu Keluarga dan Berwisata

Ilustrasi warga yang hendak berlibur di kampung halaman. Masyarakat diminta tetap menerapkan protokol 3M saat berlibur (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Ilustrasi warga yang hendak berlibur di kampung halaman. Masyarakat diminta tetap menerapkan protokol 3M saat berlibur (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Jelang libur panjang akhir Oktober 2020, masyarakat diimbau untuk menunda berlibur. Akan tetapi jika tetap dilakukan, selalu diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan 3M yakni wajib menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun.

Hal itu karena saat liburan pasti akan terjadi kerumunan di tempat umum seperti mal, terminal, pelabuhan, dan bandara. Pasar tradisional juga bisa saja dipadati masyarakat yang berbelanja menyambut liburan dan kedatangan keluarga lainnya.

“Upaya antisipasi kerumunan ekonomi, harus menjamin protokol kesehatan 3M ketat sejak penumpang tiba di terminal pelabuhan atau bandara, ketika di moda transportasi dan ketika penumpang turun dari armada. Lalu pengelola gedung mal dan pasar tradisional harus sosialisasi dan pengawasan dibantu Satpol PP ke pedagang dan penyewa kios untuk terapkan protokol kesehatan saat transaksi,” tegas Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers baru-baru ini.

Khusus antisipasi kerumunan pasar di luar gedung diperlukan keterlibatan pengelola pasar informal dan kerja sama ormas dan Pemda lewat RT dan RW. Lalu khusus tempat wisata, pemantauan penerapan protokol kesehatan dilakukan Dinas Pariwisata di daerah dengan memperhatikan peraturan operasi tempat wisata di masa pandemi.

Prof Wiku menegaskan upaya antisipasi kerumunan keluarga dan kerabat, masyarakat diminta berkendara yang aman dengan tetap menggunakan masker. Lalu minimalkan jumlah penumpang dalam kendaraan.

“Dan, tunda acara keluarga yang tak terlalu penting. Batasi arus masuk keluar, termasuk keluarga, baik ke sekolah asrama dan lapas, dan manfaatkan media komunikasi daring sebagai alternatif,” tandas Prof Wiku. (jp)

  • Dipublish : 22 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami