Liga 1: Kesehatan Pemain Tetap Nomor Satu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah sepakat untuk memberhentikan kompetisi sepak bola di Tanah Air musim 2020 mulai dari Liga 1 hingga Liga 2.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriwan usai pihaknya menggelar rapat dengan Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di sela-sela pembukaan Liga 2 Indonesia yang mempertandingkan Persiba melawan Kalteng Putra, Sabtu (14/3) lalu.

Akan tetapi pria yag akrab disapa Iwan Bule itu kembali menegaskan, ini hanya pemberhentian sementara kompetisi saat menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan klub Liga 1 dan 2 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (16/3) lalu.

Kesehatan dan keselamatan pemain serta masyarakat banyak menjadi tujuan utama para pihak terkait merebaknya pandemi Covid-19.

“Kami bersama PT LIB mengadakan Extraordinary Meeting Liga 1 dan Liga 2 2020, dimana menyikapi arahan dari pemerintah Pak Presiden, yang berkaitan dengan menimbulkan keramaian massa bisa diberhentikan,” ujar Iriawan.

“Setelah berkoordinasi dengan Menpora, PT LIB, dan Exco pada hari Sabtu lalu kami putuskan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang sudah terjadwal minimal ditunda dua pekan, terhitung mulai Minggu (15/3) kemarin sambil menanti perkembangan terkini atas persebaran Virus Corona,” tambahnya.

Terkait jadwal bergulirnya kembali kompetisi, Iwan Bule mengaku masih menunggu perkembangan dan izin dari pemerintah. “Kalau pemerintah sudah memberikan izinnya kepada kita, kita akan lakukan (kembali melaksanakan kompetisi),” tegasnya.

Meski kompetisi di berhentikan, banyak dari klub peserta dari Liga 1 maupun 2 masih tetap menjalani aktifitas latihan. Jika merujuk, anjuran pemerintah yang meminta agar masyarakat menghndari keramaian, namun latihan itu kemenugkinan besar akan menimbulkan pemain massa yang cukup banyak. Meski latihan tertutup, namun melihat personil setiap tim kurang lebih ada 30 jiwa.

Menanggapi hal tersebut, Iwan telah mengimbau klub rehat. Namun, jika diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, para pemain dianjurkan untuk melakukan pemanasan.

“Kita sudah sampaikan agar seluruhnya bisa beristirahat, mungkin kalau mereka bermain di lapangan kecil, tidak ada penonton, tidak ada interaksi mungkin, masih dalam kategori wajar,” ungkap Iriwan.

“Namun kita sudah sampaikan semuanya harus berhenti. Mungkin kalau penyegaran, lari-lari pagi dan berjemur matahari pagi bisa dilakukan, namun tidak dengan kerumunan masa atau pertandingan, itu harus berhenti. PSSI sendiri tidak mengizinkan,” tambahnya.

Menaggapi pemberhentian sementara ini, sejumlah klub sejatinya menyambut baik. Namun, akan ada kerugian yang diterima.

Seperti dikatakan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengaku pemberhentian tersebut cukup memberatkan dan merugikan klub. Akan tetapi, pria yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu mengaku mendukung pemberhentian kompetisi itu demi kehatan dan keselamatan pemain.

“Iya, penundaan liga itu cukup memberatkan kita klub Liga 1, tapi bagaimanapun kita mendukung karena kesehatan pemain dan official serta pendukung PSIS lebih penting dan siap melaksanakan, sementara libur kita pakai kesempatan untuk test kesehatan dan pencegahan virus corona,” ujar Yoyok kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (17/3) kemarin.

Terakit kerugian klub, Yoyok enggan memperincinya. Namun ia kembali menegaskan kerugian itu tak sebanding dengan keselamtan dan kesehatan para pemain dan para suporter.

“Kerugian klub jelas ada, tapi kita ga berpikir ke sana, kita fokus menghadapi pendemi corona. Lebih baik fokus ke penanganan Corona, daripada bahas kerugian klub, kita semua kompak mendukung penundaan,” tegasnya.

Terkait penundaan ini, Yoyok juga mengaku meliburkan timnya selama empat hari mulai dari Minggu (15/03) lalu. Namun, dalam liburan tersebut tak ada satu pun pemain asing PSIS yang pulang ke negaranya masing-masing.

“PSIS kita liburan empat ri, lalu latihan normal secara tertutup di Stadion Citarum. Dan untuk pemain asing, semuanya tetap berada di Semarang,” ujar Yoyok.

Terkait latihan yang bakal digelar oleh PSIS pada Jumat (20/03) mendatang, pria yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI itu mengatakan akan melakukannya secara tertutup. Bahkan, dikatakannya akan melakukan seumlah tes kesehatan agar pemain sebelum latihan terbebas dari virus yang berawal dari Wuhan, China itu.

“Latihan kita akan tertutup, dan semua pemain sebelum latihan kita test covid-19, ini salah satu langkah penanganan Corona,” ujar Yoyok.

Yoyok juga menyebutkan, tak ada larangan setiap tim untuk menggelar latihan baik dari PSSI atau-pun dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. “Tidak ada larangan untuk menggelar latihan tertutup. Yang ditunda itu pertandingannya,” tandasnya. (gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 18 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami