Lima ABK Kapal Pesiar AS Dipulangkan ke SulSel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR– Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Unit Pelayanan Teknis Makassar, telah memfasilitasi pemulangan lima orang PMI ABK kapal pesiar Quantum, Selasa (12/5/2020).

Kelimanya dipulangkan lantaran sudah tidak ada yang dapat dikerjakan, dampak dari merebaknya
wabah di Wuhan sehingga kapal-kapal di AS tidak lagi menerima tamu.

Kasi Perlindungan BP2MI UPT Makassar, Purworini Indah Setyasih mengatakan PMI tersebut berasal dari Palopo, Barru, Luwu Timur, dan Makassar. Mereka bekerja di Kapal Pesiar Quantum Amerika Serikat rata-rata baru berjalan 2-6 bulan, sejak Februari 2020 semenjak wabah Covid-19 terjadi di Wuhan.

Lanjutnya, kemudian Perusahaan kapal pesiar tersebut berhenti beroperasi dan memulangkan seluruh ABK nya ke negara asal, termasuk kurang lebih 600 ABK dipulangkan ke Indonesia.

“Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh para PMI tersebut disertai bukti hasil tes Swab bahwa mereka telah menjalani rapid test dan swab lab covid-19 di Pelabuhan Benoa, Denpasar 9 Mei 2020 hasil menyatakan bahwa mereka negative covid-19,”tuturnya.

Fungsional Pengantar Kerja BP2MI UPT Makassar, M Arif mengatakan BP2MI mencatat periode Januari sampai dengan akhir awal Mei 2020 kurang lebih 126,742 PMI kembali ke tanah air telah difasilitasi oleh BP2MI baik melalui darat, laut dan udara.

Clustering pemulangan PMI meliputi PMI Cuti, masa kerja berakhir, karena pandemi covid negara penempatan memberlakukan lockdown, repatriasi dan deportasi.

“Setibanya di bandara sesuai dengan protokol pemulangan PMI maka kelima PMI tersebut di arahkan ke Kantor Kesehatan Bandara untuk melalui beberapa rangkaian pemeriksaaan fisik dan pendataan,”ucapnya.

Dari Denpasar menuju Makassar mereka harus transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan sesuai dengan protokol Kesehatan yang diterapkan olek Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mereka diperiksa di Bandara Soeta.

Setibanya di Makassar dilakukan protokol kesehatan yang sama, mereka didampingi oleh petugas BP2MI untuk diperiksa Kesehatan fisiknya di KKP Bandara Hasanuddin Makassar karena mereka sudah memiliki hasil tes swab kemudian mereka diijinkan untuk kembali ke kampung halaman masing-masing dengan tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Kelima PMI tersebut Kembali ke Indonesia masuk pada cluster repatriasi, selanjutnya sesampainya di daerah asal pihak BP2MI akan melakukan monitoring pelaksanaan isolasi mandiri yang dilakukan oleh masing-masing PMI di kampung halamannya. (wis/fajar)

  • Dipublish : 13 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami