LIPI Kejar Pengembangan Bibit Vaksin, Tahun Depan Uji Ke Manusia

Petugas laboratorium mengambil sempel pada vaksin eksperimental untuk Covid-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel yang difasilitas Biotech Sinovac di Kota Beijing, Cina.  (Foto: Nicolas Asfouri/Afp)
Petugas laboratorium mengambil sempel pada vaksin eksperimental untuk Covid-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel yang difasilitas Biotech Sinovac di Kota Beijing, Cina. (Foto: Nicolas Asfouri/Afp)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko menjelaskan perkembangan riset vaksin Covid-19 yang dikembangkan lembaganya. Dia menuturkan saat ini sedang mengejar target pembuatan bibit vaksin. Jika lancar uji ke manusia bisa dimulai awal 2022 nanti.

Handoko menuturkan LIPI adalah salah satu dari enam lembaga yang menjalankan riset vaksin Merah-Putih dengan beragam platform atau basis. Pengembangan vaksin Covid-19 yang dijalankan LIPI berbasis protein rekombinan. Vaksin ini menggunakan bahan lokal. Keunggulan vaksin dengan banyak platform itu lebih fleksibel dan bisa mengantisipasi jika muncul strain baru atau hasil mutasi.

’’(Saat ini, Red) belum uji klinis. Teman-teman di LIPI masih melekat target mendapatkan sel klon yang sudah murni dan terseleksi,’’ katanya Minggu (11/4). Setelah itu baru masuk uji klinis pada hewan. Setelah sukses uji klinis ke hewan, baru uji klinis pertama sampai ketiga di manusia.

Handoko menjelaskan LIPI menggandeng Biofarma untuk riset vaksin itu. Oleh Biofarma, LIPI ditargetkan menghasilkan bibit vaksin pada Juni mendatang. Bibit vaksin itu sudah dalam bentuk sel klon (cell clone) murni yang terseleksi. Dengan target itu, Biofarma sebagai mitra farmasi bisa memproduksi bibit vaksin sesuai standar untuk uji pra klinis maupun uji klinis.

Dia menjelaskan jika semuanya lancar, tim dari LIPI bersama mitra lainnya bisa menjalankan uji coba vaksin ke manusia awal tahun depan. Handoko menegaskan pembuatan vaksin memang tidak mudah. Ada tantangan tersendiri.

Menurut dia Indonesia sejatinya belum terlatih dan belum memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengembangkan vaksin. Sebab selama ini vaksin yang digunakan di Indonesia adalah impor. Kemudian dikemas ulang di Indonesia.

Handoko juga menyampaikan pesan kepada masyarakat supaya tidak khawatir mengikuti program vaksinasi Covid-19. ’’Sejauh dari data yang kita miliki, semua vaksin yang sudah dikembangkan dan telah mendapatkan persetujuan dari WHO maupun BPOM itu aman. (jm/jawapos)

  • Dipublish : 12 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami