Longsor di Myanmar, 51 Orang Tewas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MON – Badan Pencarian dan Pertolongan Myanmar mencatat, hingga hari ini, Minggu (11/8) sedikitnya 51 orang ditemukan meninggal dunia akibat tanah longsor, yang dipicu hujan musiman di Myanmar. Sampai saat ini, pihaknya masih terus mencari puluhan orang-orang yang hilang di dalam lumpur.

“Ribuan orang terjebak banjir dan jumlah korban jiwa akibat tanah longsor terus melonjak menjadi 51 orang tewas dan pencarian jenazah masih terus dilakukan,” kata pejabat setempat Myo Min Tun, seperti dilansir dari Aljazirah, Minggu (11/8).

Pemerintah Myanmar yakin lebih dari 80 orang masih hilang. Sebuah bongkahan lumpur di lereng bukit menandai longsor yang menerjang desa Ye Pyar Kone menenggelamkan 16 orang rumah di Negara Bagian Mon.

Tim SAR setempat bekerja sepanjang malam dengan ekskavator dan tangan kosong. Mencoba menjadi orang yang selamat dan jenazah yang belum ditemukan.

Salah seorang penduduk Htay Htay Win mengatakan, dua putri dan lima orang anggota keluarganya belum ditemukan. Namun, ia sendiri berhasil selamat karena sempat melihat banjir di desa tetangga dan langsung meninggalkan rumahnya.

“Saya mendengar suara keras dan berbalik ke belakang untuk melihat rumah saya dihantam lumpur,” katanya sambil menangis.

Salah seorang warga lainnya Tin Htay menggambarkan, ia dan keluarganya berhasil melarikan diri ketika longsor menghancurkan rumah mereka. Ia mengatakan, sempat berhasil menyelamat orang-orang yang terjebak di dalam lumpur.

“Saya menarik seorang perempuan dan dua orang anak dari sebuah mobil tapi saya tidak bisa meraih dua orang lainnya, jadi saya meninggalkan mereka,” katanya.

Hujan deras menyebabkan sungai-sungai di Myanmar meluap. Masyarakat di pinggir pantai sudah diperingatkan tentang tingginya air pasang.

Air di kota Shwegyin yang terletak di sebelah timur wilayah Bago setinggi pinggang orang dewasa. Para warga menunggu diselamatkan dengan perahu setelah sungai Sittaung meluap dan menenggelamkan rumah-rumah di kota itu.

Banjir merendam lebih dari 4.000 rumah di negara bagian itu dan membuat lebih dari 25.000 penduduk mengungsi. Warga mencari perlindungan di biara-biara dan pagoda, menurut Global New Light Myanmar milik negara.

Wakil Presiden Henry Van Thio mengunjungi para korban yang selamat dari tanah longsor di sebuah desa Kota Paung pada Sabtu dan “berbicara tentang kesedihannya” sambil menjanjikan bantuan bantuan.

Sekitar 89.000 orang terlantar akibat banjir dalam beberapa pekan terakhir, meskipun banyak dari mereka dapat kembali ke rumah. (der/afp/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 12 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami