Lonjakan Kasus, RS Rujukan Kewalahan Tampung Pasien

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Dok Antara)
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Dok Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA — Tingkat keterisian pasien di rumah sakit (RS) rujukan di Surabaya kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah kasus baru Covid-19. Sejumlah rumah sakit kewalahan. Bahkan, banyak di antaranya yang tidak bisa lagi menerima pasien karena tempat perawatan penuh.

Indikasi peningkatan kasus baru Covid-19 terlihat nyata. Lonjakan kasus tersebut berdampak langsung pada beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya. Salah satunya terpantau di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Di sana, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat hingga kemarin siang (26/12) mencapai 234 orang. Terdiri atas 139 pasien laki-laki dan 95 perempuan. Itu belum termasuk pasien yang inden sekitar 40 orang. Dengan kapasitas 350 bed di RSLI, kini tingkat ketersediaan tempat perawatan di RS yang terletak di Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II tersebut makin tipis. ’’Memang masih tersedia. Tapi, kita mesti waspada dengan peningkatan kasus baru,’’ kata Kepala RSLI Surabaya Laksma Dr dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara kepada Jawa Pos kemarin (26/12).

Pihaknya mengakui bahwa jumlah pasien Covid-19 terus meningkat. Menurut Nalendra, tren lonjakan terjadi sejak akhir Oktober dan awal November sampai sekarang. ’’Mulai Agustus-September pasien sudah turun. Rata-rata 30 pasien. Paling banyak 60 orang,’’ tuturnya.

Pada akhir Oktober, November, sampai Desember ini, kasus baru merangkak naik. Menurut dia, banyak faktor yang memicu kenaikan kasus. Salah satunya terjadi karena adanya libur panjang. Persisnya libur nasional sekaligus cuti bersama pada 28 Oktober hingga 1 November lalu yang memicu kasus kembali meningkat. Saat itu, banyak warga yang melakukan perjalanan liburan ke luar kota.

Terlepas dari liburan, mulai banyak kegiatan masyarakat yang berangsur normal. Cenderung mengumpulkan massa dan berpotensi menciptakan kerumunan. Bahkan, banyak yang mengganggap bahwa kondisi sudah normal sehingga mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

’’Kewaspadaan masyarakat mulai menurun,’’ ujarnya. ’’Mungkin sudah jenuh. Tapi, bagaimanapun juga pandemi ini belum selesai,’’ imbuhnya.

Koordinator Relawan Pendamping Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Radian Jadid mengungkapkan, pasien baru banyak berasal dari klaster keluarga dan institusi. Pada akhir November sampai awal Desember saja, ditemukan ada 47 klaster keluarga. Biasanya klaster tersebut muncul setelah mereka menggelar acara pernikahan, syukuran keluarga, hingga perjalanan ke luar kota untuk liburan atau bekerja. ’’Sekali datang (ke RSLI, Red) biasanya rombongan. Ada yang langsung berenam dan berempat. Ternyata satu keluarga itu positif semua,’’ tutur Radian.

Pihaknya juga menemukan sembilan klaster institusi. Seperti pondok pesantren, Poltek Pelayaran Surabaya, Pelni, hingga KONI Surabaya. Awalnya, hanya ada satu orang yang terpapar. Virus kemudian menular ke orang lain melalui aktivitas pekerjaan di dalam perkantoran.

RSUD dr Soewandhi juga kewalahan menerima pasien baru. Bahkan, ketersediaan bed di rumah sakit rujukan milik Pemkot Surabaya itu sudah penuh. Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soewandhie dr Billy SpB menyampaikan, pihaknya tidak bisa lagi menerima pasien Covid-19. Dari 64 kapasitas tempat perawatan pasien yang terpapar virus korona, semua sudah terisi. ’’Bed sudah penuh oleh pasien,’’ kata Billy.

Selain itu, ada lima pasien Covid-19 di ruang ICU. Di ruang IGD, juga sudah ada delapan pasien positif Covid-19. Mereka dirawat di IGD sambil menunggu ruang perawatan yang tersedia. Bahkan, ada juga pasien Covid-19 anak-anak yang dirawat secara terpisah dengan pasien dewasa. ’’Sudah penuh semua. Dengan kondisi ini, kita pertimbangkan untuk memperbesar ruang perawatan,’’ papar Billy.

Berdasar data yang diterima Jawa Pos dari Sistem Integrasi Rumah Sakit Covid-19, ada sejumlah rumah sakit yang terkonfirmasi sudah penuh. Ruang perawatan yang disiapkan untuk pasien Covid-19 sudah terisi. Di antaranya, RS PHC Surabaya, RS Adi Husada Undaan, RS RKZ Surabaya, RS Husada Utama Surabaya, RS Bhayangkara Surabaya, dan RS Universitas Airlangga.

KASUS BARU MENINGKAT, RS KEWALAHAN

– Pasien baru Covid-19 terus bertambah di sejumlah rumah sakit rujukan

– Kasus meningkat sejak akhir Oktober sampai sekarang

– Banyak ditemukan klaster keluarga dan klaster institusi perkantoran

– Ketersediaan ruang perawatan di RS menjadi menipis. Bahkan, bed di sejumlah RS penuh. Di antaranya, RSUD dr Soewandhi, RS PHC Surabaya, RS Adi Husada Undaan, RS RKZ Surabaya, RS Husada Utama Surabaya, RS Bhayangkara Surabaya, dan RS Universitas Airlangga

UPAYA PEMKOT

– Menyiapkan sanksi tegas dalam perwali. Sanksi berupa penarikan denda hingga pencabutan izin operasional secara permanen bagi pelanggar prokes

– Melakukan operasi Swab Hunter skala besar. Operasi rutin dilakukan di semua kecamatan

SUMBER: RS RUJUKAN DAN PEMKOT SURABAYA

  • Dipublish : 28 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami