Lorong dengan Riwayat Kriminal di Makassar akan Dipasangi CCTV

ilustrasi CCTV (Gambar oleh Cristian Molina dari Pixabay)
ilustrasi CCTV (Gambar oleh Cristian Molina dari Pixabay)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id — Pemerintah Kota Makassar berencana akan memasang CCTV (closed circuit television) di setiap lorong. Pengadaan CCTV akan dilakukan secara bertahap dan mulai dilakukan tahun depan. Anggaran pengadaan CCTV akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjelaskan, untuk tahap pertama, CCTV yang akan dipasang sebanyak 153 unit, atau setiap kelurahan satu CCTV.
Pemasangan CCTV ini, kata dia, untuk mengakselerasi dan mempercepat program Lorong Wisata.

Selain menciptakan kenyamanan, juga memastikan keamanan lorong.

“Bertahap kita pasangi. Kita harus bertahap karena keterbatasan dana. Kita mulai di 153 kelurahan. Jadi nanti satu di setiap kelurahan,” beber Danny.

Seperti diketahui, beberapa lorong yang memiliki riwayat kriminal dan konflik sosial sehingga dengan hadirnya CCTV lorong diharapkan menjadi bekal pemantauan peristiwa yang terjadi di sekitar lokasi.

Kepala Seksi Aplikasi dan Telematika Diskominfo Makassar, Jusman mengatakan, tujuan utamanya ialah untuk memantau masyarakat yang keluar masuk lorong.
Termasuk, lorong-lorong yang rawan kriminal atau tindak kejahatan semuanya dipasang.

“Biasanya kalau ada histori seperti konflik sosial, penjambretan, yang membahayakan masyarakat atau ada permintaan warga sehingga dipasang sebagai pemantauan,” kata Jusman.

Sementara untuk maintenance, setiap tahun itu dianggarkan dan setiap tahun dilakukan perbaikannya. Ditanya selanjutnya titik mana saja yang bakal dipasang lagi, ia menuturkan belum ada diskusi lebih lanjut.

Pihaknya akan merencanakan itu lebih dahulu, kemudian akan menerima usulan melalui Musrenbang. Jumlah yang sudah ada belum diketahui pasti berapa banyak CCTV di lorong. Jumlah CCTV-nya yang ditempatkan di lorong pun bergantung kondisi.

Per lorong, biasanya satu CCTV di jalur keluar utama lorong. Jika sudut pandang lorong yang terbatas baru ditambah satu CCTV lagi.

“Di lorong itu CCTV yang digunakan, biasanya reguler, harganya rata-rata Rp3 juta-an. Bisa saja ada penambahan titik lagi, jika dianggap penting dan strategis oleh pimpinan bakal ditambah,” katanya.

Dia menjelaskan, penganggaran jaringan dan CCTV itu berbeda, terpisah. Untuk anggaran jaringan 2020 itu Rp3,2 miliar untuk seluruh kota, namun yang terpakai hanya Rp2,4 miliar karena banyak yang tidak menyala jadi yang menyala saja yang dibayar.

Untuk pengadaan CCTV-nya, ada tiga jenis seperti CCTV analitik, surveilans, dan biasa. Pada 2020 sekitar Rp3 miliar pengadaannya.

Sementara itu, Plt Kadiskominfo Kota Makassar, Denny Hidayat, mengatakan, pihaknya bakal memperluas pengadaan CCTV di lorong-lorong di Kota Makassar.

Perluasan itu direncanakan pada 2022 nanti. “Saat ini kita tidak ada pemasangan baru, hanya perawatan dan maintenance saja. Insyaallah nanti kita perluas,” tandasnya. (bkm/jm)

  • Dipublish : 11 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami