LPG Langka di Tumpaan dan Amurang

Ilustrasi. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Ilustrasi. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA- Masyarakat di Kecamatan Amurang dan Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram.

Disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Minsel Wildy Podung, hasil komunikasi dengan PT Pertamina di Manado, khusus kuota LPG 3 kilogram tak berubah.

“Jadi PT Pertamina mengaku tak ada kekurangan kuota LPG 3 kilogram. Terutama bagi tiga agen di Minsel. Kuota LPG 3 kilogram tetap berjumlah 7.000-an. Waktu awal tahun diduga justru terjadi kelangkaan drastis. Menjadi pertanyaannya, masa pandemi Covid-19 tidak ada lagi pesta, pengucapan dan lainnya. Kenapa justru terjadi kelangkaan,” tuturnya.

Mantan Camat Tareran mengungkap, 80 persen penggunaan LPG 3 kilogram di Minsel khusus di Tumpaan dan Amurang Raya. Namun tiba-tiba sekarang hanya dua kecamatan terjadi kelangkaan.

“PT Pertamina aman. Baik persediaan kuota, maupun distribusi ke agen di Minsel. Kan di Minsel terdapat tiga agen, yaitu PT Fortuna Inti Gas, PT Deales dan PT Moy Feronika. Ketiga agen tersebut menjalin komunikasi sambil bertanya soal kuota masing-masing pangkalan. Bahwa pengakuan agen atas kuota pangkalan normal dan berjalan lancar,” sebutnya.

Podung juga menuturkan, sesuai penjelasan agen semuanya berjalan normal dalam pembagian stok LPG ke pangkalan di Minsel. “Belum lama ini, saya telah menyuruh beberapa staf turun ke pangkalan yang diduga bermasalah. Tentunya mereka membawa surat tugas, bukan inisiatif sendiri. Melakukan pemantauan di sejumlah pangkalan Tumpaan dan Amurang Raya.

Untuk mencari tahu sebab kelangkaan LPG 3 kilogram tersebut. Ternyata benar, ada kelangkaan di sejumlah pangkalan. Penyebabnya, banyak pangkalan menjual LPG ke warung. Suatu hal yang tidak dibenarkan dijual di warung. Karena LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukkan hanya keluarga miskin. Kedua, terjadi permintaan lebih untuk tabung 3 kilogram,” ungkapnya.

Podung mengatakan, Tumpaan dan Amurang Raya adalah barometer atau pusat perekonomian Kabupaten Minsel. “Banyak usaha-usaha yang sudah mulai tutup atau gulung tikar lantaran pandemi Covid-19. Efeknya mengakibatkan pendapatan menurun. Dulunya, keluarga mampu atau biasa menggunakan LPG 5,5 kilogram dan usaha lainnya membeli 3 kilogram justru.

Jadi sebelumnya, daya serap misalnya di Tumpaan 1.000 tabung menjadi 1.500 tabung. Terjadi peralihan penggunaan, yang sebenarnya tidak boleh. Tapi hal ini kecil. Tidak mengakibatkan kelangkaan drastis. Kalau harga jual tetap, eceran sesuai HET,” imbuhnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Lewet, mengungkapkan bahwa mencari LPG 3 kilogram baik di warung maupun di pangkalan sudah sangat sulit saat ini.

“Kalaupun ada di warung, pasti harganya melambung tinggi. Jadi kalau ada keluarga yang bertugas di Manado menggunakan kendaraan pribadi, maka kita titip saja. Pemerintah harusnya langsung bergerak mengatasi hal ini. Karena memang sudah sangat sulit mencari LPG 3 kilogram,” tandasnya. (manadopost.jawapos.com)

  • Dipublish : 27 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami