Luhut Sebut Nilai Ekspor Besi dan Baja Kini Lampaui Ekspor Mobil

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, Covid-19 telah mengganggu gairah investasi para pemilik modal. Kondisi ini terlihat sejak awal tahun.

“Dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasi itu betul-betul terpukul berat. Kita petakan itu dari awal tahun sampai sekarang ini,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (26/7).

Meski terpukul berat, Luhut menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai terlihat ada geliat dari sisi ekspor. Ekspor besi dan baja misalnya, yang diklaim Luhut, telah tumbuh lebih tinggi daripada ekspor kendaraan pada masa pandemi ini.

Pada 2014, lanjut Luhut, ekspor raw material (mineral mentah) senilai USD 1,1 miliar. Sementara ekspor mobil mencapai USD 5,2 miliar.

Pada 2019, setelah dilakukan hilirisasi mineral, nilai ekspor mineral dalam bentuk besi dan baja meningkat menjadi USD 7,4 miliar. Sedangkan nilai ekspor mobil sebesar USD 8,1 miliar.

“Tahun ini, tahun yang parah ini, besi dan baja masih kita ekspor USD 2,3 miliar, dan mobil USD 2 miliar (data kuartal-I 2020),” lanjut Luhut.

Sementara itu, data per 25 Juli 2020, nilai ekspor besi dan baja mencapai USD 4 miliar. Sedangkan nilai ekspor kendaraan nilainya mencapai USD 2,3 miliar.

Luhut menargetkan pada tahun ini ekspor besi dan baja bisa mencapai USD 10 miliar, didorong hilirisasi mineral. Menurut dia, meski nilainya masih kecil daripada sektor lain, jumlahnya tetap akan sangat membantu kinerja ekspor.

“Dan itu sangat berpengaruh pada nilai ekspor kita, lapangan kerja, penerimaan pajak dan lainnya,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 27 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami