Lupa Matikan Obat Nyamuk, Rumah dan Uang Rp 11 Juta Hangus Terbakar

Proses pemadaman api di rumah milik pasangan Nastain Setya Hariadi, 40 dengan Siti Fatichah, 37 (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)
Proses pemadaman api di rumah milik pasangan Nastain Setya Hariadi, 40 dengan Siti Fatichah, 37 (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JOMBANG – Gara-gara lupa tidak mematikan obat nyamuk, sebuah rumah beserta isinya terbakar di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa (28/01). Akibatnya, satu kamar ludes dan uang tunai sebesar Rp 11 juta hangus.

Dari data yang dihimpun, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.40. Kebakaran ini melanda rumah milik pasangan Nastain Setya Hariadi, 40 dengan Siti Fatichah, 37. “Warga tahu setelah ada asap mengepul hitam dari rumah korban,” terang Anisyah, 50, salah satu kerabat korban.

Saat itu, rumah korban memang dalan keadaan kosong. Fatichah tengah berkunjung ke Jombang, sementara suaminya berada diluar rumah. Melihat api yang terus membesar, warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Hingga beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan. “Ya tadi warga yang menyirami, PMK datang sudah padam, tinggal pembasahan saja,” lanjutnya.

Nastain Setya Hariadi, pemilik rumah menyebut, sebuah kamar berukuran 3 x 2,5 meter di rumahnya ludes dilalap di jago merah. Seluruh perabot dan perlengkapan rumah serta dokumen penting yang disimpan di dalam kamar juga hangus. “Almari seisinya, perabotan, surat-surat penting, bahkan ada uang tunai Rp 11 juta didalam ikut terbakar,” tambahnya.

Ia dan istrinya hanya bisa pasrah melihat rumah dan uangnya habis dilalap api. Sementara itu, polisi yang melakukan olah kejadian perkara, menyebut kebakaran disebabkan obat nyamuk bakar yang lupa belum dimatikan. “Jadi ada obat nyamuk masih menyala, ditinggal pergi sama pemilik rumah, sampai akhirnya menyambar kasur dan merambat,” terang Kapolsek Mojoagung, Kompol Paidi.

Dalam kejadian itu pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka. “Hanya kerugian meteriil, taksiran lebih dari Rp 15 juta,” pungkasnya. (radarjombang.jawapos.com)

  • Dipublish : 29 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami