MA Kekurangan Hakim Agung dengan Kompetensi Pajak

ILUSTRASI Mahkamah Agung (Dok. JawaPos.com)
ILUSTRASI Mahkamah Agung (Dok. JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Seleksi hakim agung tengah berjalan. Mahkamah Agung (MA) berharap, di antara calon hakim agung (CHA) yang bakal lolos, ada yang memiliki kompetensi untuk mengisi kamar pajak.

Juru Bicara MA Abdullah menyatakan, sebenarnya semua bidang saat ini membutuhkan tenaga hakim agung. Kendala terbesar adalah masalah integritas dan kompetensi yang terkait dengan hukum pajak. ”Yang kami lihat adalah profile assessment dan integritas. Banyak yang mendaftar sebagai hakim pajak, tetapi ketika dites, ternyata tidak mampu,” jelasnya.

Bahkan, untuk hakim ad hoc saja, MA sulit memenuhinya. Hal itu, papar Abdullah, memengaruhi penanganan perkara. Dengan jumlah hakim yang terbatas, MA menerima setidaknya 20 ribu perkara dalam setahun. Sebanyak 2 ribu perkara terkait dengan pajak. ”Idealnya, ada 50 hakim agung untuk semua kamar, tapi sampai sekarang belum terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) baru saja menyelesaikan tahap ketiga seleksi CHA. Total 29 nama mengikuti seleksi profile assessment dan kompetensi.

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Aidul Fitriciada Azhari menjelaskan, pihaknya melibatkan MA dan tim asesor kompetensi untuk menyempurnakan metode seleksi. Khusus untuk kamar pajak, Aidul menjelaskan, hanya ada enam pendaftar.(jp)

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 23 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami