Makassar Persiapkan PTM Terbatas Setelah PPKM Turun ke Level 2

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Status Makassar kini sudah zona kuning. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masuk level dua. Karena itu, pembelajaran tatap muka (PTM) pun mulai dipersiapkan.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan pihaknya sudah mulai menggodok rencana PTM yang akan diujicobakan dalam waktu dekat.

Langkah pertama yang dilakukan sebelum kembali memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah seluruh peserta didik akan diswab antigen. Pemkot Makassar sudah menyiapkan sekitar 400 ribu antigen yang akan digunakan untuk memeriksa kondisi peserta didik.

Selanjutnya, instansi terkait, yakni Dinas Pendidikan Kota Makassar juga sudah menyusun mekanisme dan petunjuk teknis proses PTM yang akan dilaksanakan.

“Jadi semuanya sementara kita persiapkan. Kita godok dulu. Mekanismenya seperti apa. Namun yang pertama akan dilakukan adalah seluruh peserta didik yang akan mengikuti proses PTM harus diswab antigen dulu,” ungkap Danny, Selasa (21/9).

Sekretaris Dinas Pendidikan Amaliah Malik, mengemukakan proses PTM tetap mengacu pada SKB empat menteri yang mengatur syarat sebuah daerah bisa melakukan PTM.

“Kalau SKB empat menteri, zona kuning dan PPKM Level 3 sudah diperbolehkan untuk sekolah tatap muka. Tapi berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini Makassar sudah masuk zona kuning dan PPKM level 2. Berarti memang sudah layak untuk PTM terbatas,” ungkap Amalia saat dihubungi kemarin.

Lebih lanjut dia menerangkan, secepatnya Disdik akan menghadap ke wali kota Makassar untuk memaparkan bagaimana kesiapan sekolah-sekolah untuk pelaksanaan PTM. Regulasi untuk PTM pun saat ini juga sementara disusun dan akan dipresentasikan di depan wali kota.

Dia menambahkan, dari hasil verifikasi yang dilakukan Disdik terhadap seluruh satuan level pendidikan, mulai PAUD hingga SMP dan non formal, baik negeri maupun swasta, sekitar 60 persen dari jumlah sekolah yang ada sudah layak untuk melaksanakan PTM terbatas. Khusus untuk level SMP, kesiapannya sudah mencapai 80 persen.

“Tapi itu data saat Disdik turun melakukan verifikasi Juli, semoga hasil tim kemarin, ada lagi beberapa yang disarankan untuk siap juga melakukan PTM terbatas,” jelas Amalia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar Nursaidah Sirajuddin, mengatakan
pihaknya sudah mempersiapkan pembukaan sekolah tatap muka dengan menggencarkan vaksinasi guru dan peserta didik.

“Bapak Wali Kota mengatakan kita sudah landai kasusnya, tapi kita tidak boleh lengah dengan protap karena sekarang memang kita sudah siapkan pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Lanjut Nursaidah, pembukaan sekolah tatap muka kemungkinan akan menyasar siswa SMP dan SMA terlebih dahulu.

Pasalnya, peserta didik usia (12 tahun ke atas) tersebut sudah menjadi sasaran vaksinasi.

Sementara siswa SD untuk sementara belum masuk kategori penerima vaksinasi. Di sisi lain, siswa SMP dan SMA dianggap sudah bisa menjaga diri dengan memperketat protokol kesehatan.

“Mungkin kebijakan lain untuk SD, di mana kita tahu SD itu tidak divaksin. Kedua, prokes susah dijaga. Jadi pastilah kebijakan untuk anak SD juga berbeda dengan kebijakan anak SMP dan SMA,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan 400 ribu antigen untuk pemeriksaan siswa sebelum PTM dimulai.

Tujuannya untuk memastikan peserta didik steril dalam melaksanakan sekolah tatap muka.

“Pemkot menyiapkan apabila tatap muka dilakukan menyiapkan 400 ribu antigen untuk dilakukan pertama kali untuk mengetahui bahwa pembelajaran tatap muka di awal steril,” tandasnya. (bkm/jm)

  • Dipublish : 22 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami