Makassar Wilayah Terpanas di Indonesia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR – Cuaca panas ekstrem sedang melanda Makassar.Suhunya mencapai 38,8 derajat celcius.

Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat suhu udara Makassar pada Minggu, 20 Oktober, terpanas di wilayah Indonesia. Suhunya mencapai 38,8 derajat celcius.

Namun pada Senin, 21 Oktober suhunya turun menjadi 36 derajat celcius. Akan tetapi pada Selasa, 22 Oktober, suhu kembali mencapai 39 derajat celcius.

Cuaca terpanas pada hari yang sama di wilayah Semarang, Jawa Tengah, mencapai 39,4 derajat celcius. Suhu udara wilayah Makassar Kamis, hari ini, diperkirakan masih di atas 35 derajat.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan menjelaskan, suhu ekstrem tersebut tercatat sebagai rekor suhu terpanas sepanjang sejarah di luar efek El Nino. Tertinggi sejak Oktober 1985.

“Suhu di atas 35 derajat celcius itu sudah kategori ekstrem dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Kami selalu menyarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan banyak minum air,” kata Rizky, Rabu 23 Oktober.

Rizky menuturkan, penyebab tingginya suhu udara di Makassar disebabkan kurangnya penutupan awan. Sinar matahari langsung masuk tanpa ada pemantulan. Kejadian tersebut biasanya terjadi di awal peralihan musim panas ke hujan.

Namun tahun ini, ada fenomena pergeseran musim. Biasanya, awan cumulus dan cumulonimbus sudah terbentuk pada akhir Oktober, tetapi kali ini belum ada.

“Kami memperkirakan hujan baru akan turun pertengahan November. Meski ada peluang hujan pada hari Jumat lusa, tapi hujan lokal kecil,” ungkapnya.

Pakar gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Muslim Indonesia, Nurlinda menjelaskan, suhu udara di atas 35 derajat celcius sangat berbahaya untuk kesehatan. Cuaca panas bisa menyebabkan dehidrasi, bahkan heatstroke jika tubuh tidak mampu menurunkan panas.

Selain itu sistem pendingin otak bisa kewalahan jika terlalu lama terpapar cuaca panas.

Langkah yang paling baik untuk mencegah hal tersebut dengan mengonsumsi air putih yang cukup. Contohnya, jika kebutuhan kalori 2.200 kkal maka minimal konsumsi air juga harus 2.200 mililiter. Ditambah dengan kebutuhan banyaknya keringat yang keluar. Selain itu, kurangi aktivitas yang bersentuhan langsung dengan terik matahari, berlindung di tempat dingin, hindari pakaian berlapis, serta konsumsi makanan yang mengandung tinggi air.

“Jangan sekali-kali mengonsumsi es untuk mendinginkan tubuh. Es akan membuat tubuh bekerja lebih keras untuk meningkatkan suhunya menjadi 37 derajat, serta akan menurunkan irama jantung,” kata Nurlinda.

Linda–sapaan akrab Nurlinda– menyarankan, untuk mencegah dehidrasi, sebaiknya minum air hangat. Konsumsi air hangat efeknya akan menyebabkan keringat. Penguapan air di kulit akan membuat segar.

Hanya saja, kadang orang mengukur kesegaran dari tenggorokan, sehingga lebih senang minum air es. Padahal, ginjal tak mampu menampung air es lebih banyak dan menganggu pencernaan maupun kardiovaskuler.

“Air yang saya maksud adalah suam-suam kuku. Bukan air mendidih, yah,” ulasnya.

Wanita berjilbab itu menambahkan, untuk proteksi diri, sebaiknya menggunakan pelindung sebelum beraktivitas di luar ruangan. Contohnya, menggunakan tabir surya, lip balm, kacamata, payung, dan topi.

“Biar memasak alangkah baiknya pakai tabir surya untuk melindungi kulit dari suhu panas. Makanya banyak ibu-ibu yang kena flek pada wajah, karena kalau ke dapur tidak pakai tabir,” tambahnya.

(*)

  • Dipublish : 24 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami