Makin Kritis, Epidemiolog UI Sebut Kasus Covid-19 Bisa Tembus 500 Ribu

Petugas menunjukkan alat rapid test Covid-19 yang hasilnya reaktif. Kasus Covid-19 di Indonesia disebut bisa sampai 500 ribu kasus (Destyan Sujarwoko/Antara )
Petugas menunjukkan alat rapid test Covid-19 yang hasilnya reaktif. Kasus Covid-19 di Indonesia disebut bisa sampai 500 ribu kasus (Destyan Sujarwoko/Antara )
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kasus positif Covid-19 di Jakarta sudah tembus lebih dari 200 ribu. Dan, angka ini diprediksi akan terus naik hingga akhir tahun atau 3 bulan ke depan. Dalam 3 bulan, jumlahnya akan bisa bertambah sekitar 300 ribu kasus. Hal itu disampaikan oleh Epidemiolog Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif.

“Yang mengkhawatirkan saya kasus kita itu sekarang 200 ribu. Dan 3 bulan lagi Desember kasus kita 500 ribu,” sebut dr. Syahrizal Syarif kepada JawaPos.com, Kamis (10/9).

Kondisi saat ini pun kritis mengingat jumlah kapasitas tempat tidur rumah sakit di Indonesia bisa menipis. Apalagi kapasitas ICU dan isolasi saat ini semakin sulit. Pasien-pasien di IGD juga sudah antre.

“Ketika itu kebutuhan untuk bed-nya saja seluruh nasional, kapasitas bed nasional cuma 40.500. Itu pun berbagi dengan pasien non-Covid,” paparnya.

Sementara dengan 500 ribu kasus nanti, kebutuhan tempat tidur untuk pasien Covid-19 itu paling tidak 48.500 bed. Maka jika kondisi puncak itu terjadi, pasien akan terancam terlantar.

“Saya enggak tahu, itu nanti pasien mau ditaruh di mana,” paparnya.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kasus Covid-19 bertumpu pada kebijakan pemerintah daerah. Maka setiap daerah harus memberlakukan kebijakan ketat, yang semestinya diarahkan oleh pemerintah pusat.

“Ini pemerintah pusatnya tidak memberikan arahan yang jelas. Jangan hanya sekadar pernyataan. Dan jangan menyuruh Pemda menebak-nebak. Keberhasilan mengatasi pandemi ada pada Wali Kota dan Bupati,” tegasnya.(jp)

  • Dipublish : 10 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami