Maksimalkan Kendali “Gas dan Rem”, Pemerintah Akan Terapkan Kebijakan Relaksasi

Foto: Jawapos
Foto: Jawapos
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Rencana pemerintah menerapkan relaksasi kegiatan masyarakat dalam waktu dekat dipastikan mencakup 4 komponen pertimbangan relaksasi kegiatan masyarakat yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan kebijakan relaksasi yang rencananya dimulai 26 Juli setelah mencermati perkembangan dari pengetatan melalui PPKM Darurat periode 3 hingga 20 Juli.

“Pemerintah berusaha semaksimal mungkin menjalankan kendali gas dan remnya, secara presisi baik dari data dan fakta di lapangan,” kata Wiku dalam Keterangan Pers, Kamis (22/7).

Adapun keempat pertimbangan yang dimaksud, pertama, perhitungan tren kasus dan indikator epidemiolois lainnya. Dimana angka keterisian tempat tidur/bed of ratio (BOR) dan penambahan kasus positif harian yang terus mengalami penurunan. Serta menetapkan prasyarat pelonggaran dengan melihat perkembangan kasus ke depan.

Kedua, kapasitas manajemen sistem kesehatan 2 arah melingkupi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta. Yaitu dengan melakukan upaya konversi tempat tidur, pembangunan rumah sakit darurat dan lapangan, maupun kemitraan dengan penyedia jasa telemedisin.

Ketiga, aspirasi dan perilaku masyarakat dengan terlihatnya tren penurunan mobilitas masyarakat serta keluhan masyarakat untuk segera merelaksasikan pembatasan yang cukup ketat selama 1 bulan terakhir.

Keempat, dampak sosial ekonomi khususnya bagi masyarakat dengan pendapat ekonomi menengah kebawah dan usaha mikro.

Saat ini, pemerintah berusaha sebaik mungkin baik dengan melakukan monitoring, persiapan maupun mensosialisasikan prosedur relaksasi. Agar seluruh elemen masyarakat siap menjalankan kebijakan yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Perlu diingat, melakukan relaksasi bukan berarti menghapus pembatasan layaknya kembali ke masa awal sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Akan tetapi, secara bertahap dan hati-hati menuju kehidupan normal yang baru, sekaligus siap jika harus dilakukan pengetatan kembali,” tegasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 23 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami