Mantap, Pemerintah Berdayakan Produsen Lokal Penuhi Kebutuhan Laptop Pendidikan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, akan ada enam produsen lokal yang siap memenuhi kebutuhan pengadaan laptop untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan pemerintah daerah tahun ini.

Enam perusahaan itu meliputi PT Zyrexindo Mandiri Buana sebanyak 317 ribu unit pada November 2021, PT Tera Data Indonusa 205 ribu unit, dan PT Supertone 21 ribu unit.

Kemudian, PT Evercross Technology Indonesia sebanyak 55 ribu pada November 2021, PT Bangga Teknologi Indonesia 20 ribu unit, dan Acer Manufacturing Indonesia 100 ribu unit.

“Tidak boleh impor kalau kita bisa produksi sendiri, harus dibasmi orang-orang yang masih bermain-main disini khususnya produk TIK (teknologi informasi dan komunikasi/TIK) yang masih rendah jika dibandingkan dengan produk impor,” kata Luhut, Sabtu (24/7/2021).

Luhut menuturkan, enam produsen laptop dalam negeri tersebut memiliki nilai TKDN lebih dari 25 persen. Mereka telah menyanggupi pemenuhan pengadaan laptop pada Kemendikbud Ristek dan pemerintah daerah tahun ini.

“Secara total, kesiapan produksi laptop dalam negeri yakni 351 ribu unit pada September 2021 dan 718.100 unit pada November 2021 mendatang,” ujarnya.

Luhut menyebut, untuk belanja produk TIK sektor pendidikan, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp17,42 triliun selama 2021 hingga 2024 mendatang.

“Selain laptop, dana itu nantinya akan dibelanjakan, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor, dan speaker aktif,” terangnya.

Selain itu, lanjut Luhut, Indonesia juga tengah mengembangkan laptop Merah Putih dengan merek Dikti Edu. Produk buatan anak bangsa ini dikembangkan oleh konsorsium terdiri dari ITB, ITS, dan UGM bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri.

“Laptop Merah Putih ini harus bisa segera diluncurkan guna memenuhi kebutuhan laptop sektor pendidikan,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 24 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami