Masyarakat Jangan Parno

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah meminta masyarakat jangan paranoid alias parno atau khawatir berlebihan terkait virus corona. Sebab pemerintah sudah melakukan berbagai tindakan untuk mencegah virus yang muncul di Wuhan, China itu masuk Indonesia.

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Roby Pattiselanno dalam keterangannya mengatakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan berbagai langkah antisipasi mulai dari pintu masuk negara hingga fasilitas kesehatan. Dia juga meminta agar masyarakat jangan parno.

“Sekarang kalau ada orang flu sedikit langsung dituduh corona, akhirnya menimbulkan keresahan sementara berdasarkan hasil tes labor hingga saat ini belum ada ditemukan satu pun yang terjangkit corona di Indonesia,” katanya di Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1).

Menurutnya, jika merasa takut terlalu berlebihan, maka lama-kelamaan akan membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas dan mengganggu perekonomian.

“Misalnya ada orang dari negara lain yang ingin berwisata menikmati keindahan alam karena takut akhirnya jadi merugikan ekonomi,” katanya.

Dia berpesan, masyarakat boleh waspada boleh namun jangan sampai berlebihan.

“Sikap khawatir berlebihan akan merugikan, kalau dalam satu gedung semua pakai masker karena khawatir berlebihan bisa-bisa tidak dikenali kalau ada maling yang masuk,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini sedang berlangsung musim pancaroba. Cuaca mudah berubah sehingga kasus infeksi saluran pernafasan dan flu meningkat.

“Jadi jangan parno semua orang yang kena flu langsung disebut corona,” katanya.

Bahkan sampai ada jamaah umrah yang berasal dari Lampung kemudian meninggal di bandara disebut corona, padahal tidak.

Menurutnya kendati dalam sepekan terakhir cukup heboh pemberitaan bahwa ada yang terjangkit corona di Indonesia, Alhamdulillah berdasarkan hasil tes semuanya terkonfirmasi negatif.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menegaskan belum ada warga Indonesia di tanah air yang divonis positif virus corona.

“Sampai detik ini belum ada pasien yang positif. Kalau dirawat masih ada, tapi yang positif belum,” katanya.

Menkes mengatakan semua pasien yang diduga terjangkit corona masih diperiksa. Apapun hasil pemeriksaan akan dikemukakan apa adanya.

Pasien yang djrawat terduga terjangkit virus corona antara lain ada di Bandung, Cirebon Jambi serta Manado.

“Staf-staf saya sudah mendatangi mereka semua. Untuk di Manado masih dirawat, menunggu satu-dua hari hingga hasilnya keluar. Kalau pasiennya sih sudah tidak panas, tidak sesak, tapi kita tetap harus sesuai SOP,” kata Menkes.

Menkes menekankan tidak semua WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan, China, akan diisolasi. Isolasi hanya diterapkan kepada mereka yang memiliki keluhan atau tanda-tanda terjangkit corona.

Pernyataan Kemenkes dan Menkes diperkuat oleh Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia Dr Navaratnasamy Paranietharan. Dia menyebut Indonesia merupakan negara yang telah melakukan persiapan komprehensif menghadapi penyebaran virus corona tipe baru.

Sebanyak 135 titik masuk Indonesia, baik di bandara, perbatasan darat, maupun pelabuhan telah disediakan alat pemindai suhu tubuh dan pemeriksaan lanjutan.

“Jadi pemeriksaan bekerja dengan baik. Indonesia memiliki sistem peringatan dini yang berfungsi dan 100 rumah sakit yang tersebar di banyak tempat, yang dapat menangani kasus rujukan dengan cara yang tepat dan ukuran pengendalian serta pencegahan infeksi yang juga tepat,” katanya.

Dia juga meminta masyarakat Indonesia tak perlu khawatir.

“Saya rasa kita semua harus waspada, dan Kementerian Kesehatan juga sudah membuat panduan yang baik untuk bagaimana mengurangi risiko terjangkit virus corona,” ujarnya.

Beberapa langkah yang telah dianjurkan oleh Kemenkes untuk meminimalisasi infeksi virus corona tipe baru, antara lain, mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker jika batuk atau pilek, mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, menjaga daya tahan tubuh, tidak mengonsumsi daging belum dimasak, serta segera memeriksakan diri bila merasa batuk, pilek, sesak napas.

“Jadi selama kita menerapkan langkah pencegahan tersebut risiko terjangkit virus corona sangat kecil,” Paranietharan menegaskan.

Hingga Selasa pagi WIB, korban meninggal dunia akibat infeksi virus corona tipe baru telah mencapai 106 dengan lebih dari 1.200 kasus di China.(gw/fin)

  • Dipublish : 29 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami