Media Korut Bungkam Soal Kim Jong Un, Spekulasi Liar Bermunculan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id,– Kondisi dan keberadaan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, seolah menjadi misteri. Spekulasi tentang kesehatan Kim pertama kali muncul karena ketidakhadirannya saat peringatan ulang tahun mendiang Kim Il Sung, yang juga kakeknya, pada 15 April kemarin. Tidak disebutkan tentang keberadaan Kim.

Daily NK, sebuah situs yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, melaporkan pada Senin (20/4) malam bahwa Kim dirawat di rumah sakit pada 12 April, beberapa jam sebelum prosedur operasi kardiovaskular. Kesehatannya telah memburuk sejak Agustus karena dia seorang perokok berat, obesitas, dan terlalu banyak bekerja.

Namun, hingga kini keberadaan dan kondisi Kim tidak ada yang tahu pasti. Dunia internasional pun tak mengetahuinya sehingga spekulasi liar bermunculan. Itu disebabkan media di Korea Utara yang bungkam soal kondisi Kim Jong Un. Saat ini yang masih beredar adalah Kim baru saja menjalani operasi dan dalam kondisi kritis.

Sementara itu, pejabat di Korea Selatan dan Tiongkok dan sumber yang akrab dengan intelijen Amerika Serikat, seperti dilansir Al Jazeera, telah meragukan laporan media yang mengklaim Kim sakit parah setelah prosedur operasi kardiovaskular. Sementara itu, Gedung Putih mengatakan pihaknya memantau dengan cermat masalah ini.

Presiden AS Donald Trump, yang mengadakan KTT yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim pada 2018 dan 2019 dalam upaya negosiasi denuklirasasi, mengatakan laporan Korea Selatan belum dikonfirmasi. Trump juga tidak terlalu percaya kepada mereka.

“Saya hanya berharap dia baik-baik saja,” Trump memberikan pernyataan pada konferensi pers Gedung Putih, Selasa (21/4). “Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong Un. Dan aku ingin melihatnya bekerja dengan baik. Kita akan melihat bagaimana dia melakukannya. Kita tidak tahu apakah laporan soal kondisinya adalah benar,” imbuhnya.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan Kim tampaknya menangani urusan negara seperti biasa dan tidak memiliki informasi tentang rumor mengenai kesehatannya. Hanya saja, Korsel akan terus memantau perkembangan di Korut, terutama keberadaan Kim, seperti halnya AS.

Berita-berita utama dari Kantor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi tak memuat kondisi Kim. Tajuknya adalah pengadaan peralatan olahraga, pemetikan murbei dan pertemuan di Bangladesh untuk mempelajari ideologi kemandirian. Surat kabar resmi Korut, Rodong Sinmun, justru memuat artikel tentang ekonomi mandiri dan langkah-langkah anti-Coronavirus. Sama sekali tidak disebutkan tentang keberadaan Kim.

Tertutupnya media Korut tentu saja membuat spekulasi liar bermunculan. Pada Selasa (21/4) sebelumnya, penyiar media CNN melaporkan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa AS sedang mencari kebenaran setelah intelijennya mengatakan Kim berada dalam kondisi parahsetelah operasi.

Namun, dua pejabat pemerintah Korea Selatan menolak klaim CNN. Tiongkok, satu-satunya sekutu utama Korea Utara, juga menolak laporan itu.

Sementara itu, berdasar KCNA, Kim memimpin pertemuan pada 11 April, membahas pencegahan Coronavirus dan memilih adik perempuannya, Kim Yo Jong, sebagai anggota pengganti biro politik Partai Buruh yang berkuasa. Media pemerintah sejak itu melaporkan bahwa ia mengirim salam kepada Presiden Syria Bashar al-Assad dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel serta mengatur jamuan ulang tahun khusus untuk dua pejabat Korea Utara dan seorang pejabat penting lainnya. (jp)

  • Dipublish : 23 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami