Membangun Ibu Kota Negara Baru, Presiden Jokowi Cari Investor Hingga Abu Dhabi

PROMOSIKAN INDONESIA: Jokowi disambut Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohamed bin Zayed untuk menjadi pembicara utama dalam Abu Dhabi Sustainability Week. (SETPRES)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Pemerintah terus mencari investor untuk membangun ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Setelah bertemu dengan pihak SoftBank di Istana Merdeka, Jakarta, akhir pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya menggaet investor saat berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, salah satu agenda presiden di UEA adalah menjadi pembicara utama dalam perhelatan bergengsi Abu Dhabi Sustainability Week pagi ini (13/1). Jokowi akan berbicara soal ekonomi, pembangunan, dan lingkungan yang berkelanjutan. Tema tersebut sejalan dengan konsep IKN baru yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah. Karena itu, presiden akan memamerkan rencana IKN yang menerapkan konsep sustainability city. Selain itu, presiden akan membuka kesempatan untuk bermitra dalam skema investasi.

”Ya, mengajak bermitra karena kan banyak sekali energi, ya,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum menuju UEA kemarin (12/1).

Pratikno menambahkan, dunia internasional diharapkan mengetahui gagasan besar Indonesia soal sustainable development yang terkonsep dalam pembangunan IKN. ”Bahwa nanti ada zero emission, compact city, inovasi, kreativitas, dan seterusnya,” kata mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Selain berbicara di Abu Dhabi Sustainability Week, presiden akan bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohamed bin Zayed (MBZ). Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan, keduanya akan melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan UEA.

”Ini untuk menindaklanjuti hasil kunjungan MBZ ke Bogor pada 24 Juli 2019,” ujarnya. Ada sejumlah topik yang akan dibicarakan, khususnya menyangkut kerja sama ekonomi dan investasi UEA di Indonesia.

Dalam kunjungan ke Indonesia Juli lalu, sejumlah proyek disepakati akan digarap. Antara lain pembangunan fasilitas pengolahan minyak atau kilang proyek revitalisasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan pengembangan industri petrokimia dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Juga, kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Maspion di Surabaya, Jawa Timur. Heru mengatakan, kunjungan presiden di UEA tidaklah lama. Presiden dan rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air nanti malam.(jp)

  • Dipublish : 13 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami