Menag Fachrul Razi Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta. Diungkapkan Staf Khusus Menteri Agama (Menag), Kevin Haikal, Menag Fachrul dirawat di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta sejak 20 September 2020. Tapi kini sudah diperbolehkan kembali ke rumah.

“Alhamdulillah, kemarin sore, 30 September, Menag sudah dinilai sembuh sehingga bisa kembali pulang. Menag mengaku senang dan bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya,” ungkap dia dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Melalui dirinya, Menag menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa dari semua pihak yang telah dipanjatkan untuk kesembuhan beliau. Menag juga mengapresiasi dukungan dan kerja profesional tenaga medis.

“Menag menitip salam dan mengucapkan terima kasih atas kerja profesional tenaga medis yang sangat luar biasa selama dalam perawatan,” tuturnya.

“Menag juga berterima kasih atas doa-doa yang disampaikan, mulai dari Bapak Presiden, Wakil Presiden, para teman menteri, kepala lembaga, Wamenag dan semua jajaran Kementerian Agama. Termasuk juga terima kasih kepada para tokoh agama dan masyarakat,” sambung dia.

Saat ini Menag masih akan menjalani proses pemulihan di rumah hingga beberapa hari ke depan. Karenanya, pelaksanaan tugas di Kemenag masih dijalankan oleh Wakil Menteri Agama beserta para pejabat Eselon I.

Kevin menambahkan bahwa Menag juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga kesehatan dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dirawat karena Covid-19 telah memberi pengalaman dan pelajaran bahwa kesehatan sangat penting dan harus dijaga.

“Sekali lagi, terima kasih atas doa dan dukungannya. Mohon tetap patuhi protokol kesehatan. Mohon doa juga agar Menag lekas pulih secara total,” tutup dia.

Sebagai informasi, Menag Fachrul Razi terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes swab pada 17 September 2020. Setelah itu, dilakukan penelusuran kontak (tracing) terhadap keluarga dan para pihak yang sempat berinteraksi. Setidaknya ada 48 orang hasil tracing yang telah dilakukan pemeriksaan swab dan semuanya negatif. (jp)

  • Dipublish : 1 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami