Menag Sebut 1.400 Pondok Pesantren di Jatim Masih Buka Selama Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI meyetujui kegiatan belajar-mengajar di pondok pesantren kembali dibuka. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pun juga mengatakan bahwa terdapat tiga golongan dalam pendidikan keagamaan di pondok pesantren.

“Jadi ada tiga golongan, jadi kami rumuskan apa yang harus dilakukan. Pesantren kami bagi dalam tiga kelompok sesuai situasi yang berkembang saat ini, ada tiga satu adalah pesantren yang masih operasional seperti biasa, jadi dari dulu sampai sekarang dia tidak pernah tutup, itu cukup banyak, di Jawa Timur aja ada 1.400-an pesantren yang tidak tutup,” kata dia melalui telekonferensi di Gedung DPR Jakarta, Kamis (18/6) malam.

Kedua, merupakan pesantren yang tutup dan semua santrinya dipulangkan. Lalu, pondok pesantren yang akan melakukan pembukaan kembali. “Mereka akan siap-siap membuka kembali, dan ada (santri) pesantren yang dipulangkan, tetapi (mereka) masih melihat situasi sampai Covid-19 ini aman baru membuka kembali,” ujar dia.

Jadi ada tiga golongan, pihaknya pun telah merumuskan apa yang harus dilakukan, sebagai contoh pesantren yang pada saat ini buka, dan tidak pernah tutup nanti akan dikirim pihak dinas kesehatan untuk mengecek bagaimana situasi santri, sehat atau tidak.

“Kita lakukan pengecekan kesehatan kemudian perlu dibantu gizinya. Kemudian ada fasilitasnya yang belum memenuhi syarat, mungkin dibantu misalnya tempat duduknya, masalah MCK-nya,” terang dia.

Untuk santri pesantren yang dipulangkan semuanya dan akan ditarik kembali ini juga ada ketentuan, yakni harus diyakinkan dulu pesantrennya itu betul-betul bebas Covid-19, dan fasilitas memenuhi syarat untuk dibuka.

“Kemudian petunjuk yang ada di rumah (asrama) untuk nanti pada saat kembali harus betul-betul memerhatikan protokol kesehatan sebagai contoh berangkat dari rumah sudah pakai masker, di dalam bus angkutan jaga jarak dan berangkat sudah ada sertifikat kesehatan begitu sampai atau masuk di pesantren dicek kesehatan,” tambah dia.

Kemudian, bagi yang belum membuka, pihaknya meminta agar pesantrennya ini kena masih blm ada dalam waktu dekat, betul-betul dia siapkan sehingga ketika anak-anak datang, betul-betul sudah siap. “Juga menyiapkan pelajaran daring bagi anak-anak yang dirumah dan usahakan bisa sebanyak mungkin mengikuti itu,” tutur dia. (jp)

  • Dipublish : 19 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami