Mencegah Penyebaran Virus Corona, Istana Pamerkan Salam Siku

Foto: Instagram @jusufkalla
Foto: Instagram @jusufkalla
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Salam siku saat ini menjadi tren di kalangan pejabat di seluruh dunia. Salam itu disebut sebagai pengganti jabat tangan. Tujuannya mencegah penyebaran virus Corona alias COVID-19. Lingkungan Istana Kepresidenan juga mulai membudayakan salam itu. Ini sudah dipraktikkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Salam siku dilakukan saat keduanya bertemu Wapres Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (12/3).

Dalam foto yang dirilis Asdep Setwapres RI, Sri Mulyani tampak menempelkan siku tangan kanannya ke siku tangan kanan JK. “Begini Pak salam corona,” kata JK kepada Ma’ruf Amin. Ketiganya bertemu untuk rapat bersama pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) guna membahas mengenai pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Meski begitu, Ma’ruf Amin punya salam tersendiri. Ini sebagai siasat mengurangi sentuhan bersama orang lain. Salam corona yang dimaksud yaitu menempelkan kedua tangan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai upaya tersebut bagus. Dia mengaku sudah menerapkan salam siku tersebut. Namun Moeldoko menyebut Presiden Jokowi belum melakukan hal serupa. “Kalau salaman ada risiko. Tetapi kalau dengan cara begini nggak ada yang tersinggung. Walaupun agak lucu-lucuan, tapi bagus. Saya sudah menerapkan. Tetapi presiden belum,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

Dalam beberapa acara terakhir, Jokowi masih bersalaman dengan pejabat atau tamu negara. Jokowi terlihat bersalaman dengan Raja Belanda Willem Alexander beberapa hari lalu dan kembali bersalaman dengan pejabat usai membuka Munas IX HKTI.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan program pelatihan khusus. Ini diperuntukkan bagi para pekerja yang terdampak Corona. Program tersebut akan dilakukan di beberapa daerah. Di antaranya Bali, Manado, Bintan, dan wilayah lainnya. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan dan mengidentifikasi lembaga-lembaga pelatihan yang ada.

Proses identifikasi tersebut dilakukan karena tidak semua Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah. Karena itu, perlu disiapkan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) untuk melakukan pelatihan vokasi. “Kami masih terus melakukan identifikasi. Terutama teman-teman yang mengalami dampak COVID-19. Misalnya mereka yang dirumahkan,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (12/3).

Terkait kapan waktu pelatihan bagi pekerja yang terdampak COVID-19, Ida memperkirakan akhir Maret, program tersebut sudah bisa dimulai. Namun, akan dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. “Persiapan sedang kami lakukan. Tim juga sudah turun ke lapangan memverifikasi lembaga pelatihan. Termasuk calon pesertanya,” jelas Ida.

Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan rumah sakit BUMN di daerah siap menerima pasien corona. Rumah sakit tersebut juga telah dilengkapi ruangan isolasi. Dia berharap apabila masyarakat memiliki keraguan apakah tertular Corona atau tidak, dipersilakan melakukan test di semua rumah sakit. Termasuk di rumah sakit BUMN. “Tapi tidak perlu panik. Namun kalau memang ada gejala mirip Corona, segera datang ke rumah sakit rujukan pemerintah atau semua rumah sakit siap menampung. Ini yang kita harapkan,” jelas Erick di Jakarta, Kamis (12/3).

Seperti diketahui, WHO (World Health Organisation) menyatakan COVID-19 telah menjadi pandemik di seluruh dunia. Lembaga kesehatan itu meminta setiap negara mengambil langkah mendesak dan agresif. Tujuannya untuk mencegah dan menangani wabah tersebut. WHO menyebut, penyebaran COVID-19 melalui cara droplets. Sehingga dengan mencuci tangan dan meminimalkan sentuhan antartelapak tangan menjadi upaya pencegahan efektif terhadap penyebarannya.(fin/jm)

  • Dipublish : 13 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami