Mendapat Kiriman Kabut Asap, Malaysia Rencanakan Hujan Buatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia berencana membuat hujan buatan, menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terus memburuk menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail mengatakan, Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) mencatat bahwa indeks pencemaran udara (API) di negara bagian Sarawak telah mencapai level tidak sehat.

“Jika Anda ingin melalukan penyemaian awan (cloud seeding) berarti Anda harus mengetahui bahwa ada awan-awan di daerah itu. Jika tidak ada (awan) itu akan percuma,” kata Wan Azizah, Senin (9/9).

Azizah mengatakan, pihak berwenang akan terus memantau kondisi udara di lapangan. Ia mendesak, warga Malaysia terutama di wilayah terdampak kabut asap untuk tetap berada di dalam ruangan, dan mengenakan masker wajah setiap melakukan aktivitas di luar.

Berdasarkan catatan API, pencemaran polusi udara pada delapan area di Serawak tercatat mencapai tingkat yang tidak sehat. Pencemaran udara di Kuching bahkan, telah mencapai kategori sangat tidak sehat dengan index API 204 pada pukul 09.00 waktu lokal hari ini.

“Indeks API antara 0-50 dinilai normal, sementara API dengan nilai 51-100 dianggap kategori sedang,” ujarnya.

Dilansir The Straits Times, asap karhutla lintas negara ini berasal dari kebakaran di Kalimantan Barat. Sementara itu, pencemaran udara dengan index API 101-200 dianggap sudah tidak sehat, Api 201-300 dinilai sangat tidak sehat, dan di atas 300 berarti berbahaya.

Dengan situasi ini, otoritas wilayah Sarawak akan menyediakan masker wajah bagi warga terutama anak-anak. Hingga kini, otoritas wilayah itu belum berencana menunda pelaksanaan ujian nasional Sekolah Dasar meski kualitas udara semakin memburuk.

“Jika API melebihi 201 maka sekolah akan ditutup tetapi ujian akan berjalan sesuai jadwal di bawah pengawasan ketat oleh sekolah,” kata Kepala Sekretariat Komite Manajemen Bencana Negara Sarawak (JPBN) Mayor Ismail Mahedin.

Penyebaran kabut asap terus memburuk menyusul peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan yang meningkat di Sumatera dan Kalimantan tahun ini, terutama selama musim kemarau berlangsung.

Malaysia dilaporkan bakal mengirimkan nota protes ke Indonesia atas kabut asap yang mengepul karena karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

“Kami akan mengirimkan nota diplomatik ke Indonesia sehingga mereka dapat segera bertindak untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran berulang,” demikian pernyataan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari internal pihaknya mengenai nota protes tersebut.

“Untuk masalah nota protes dari malaysia kami belum mendapatkan informasi. Tapi untuk persoalan ini, kami sudah berkoordinasi dengan Kemlu Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan, bahwa tidak ada lagi asap di wilayah udara lintas batas (transboundary haze) dari Indonesia ke negara tetangga.

“Langkah pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan di semua tempat titik-titik kebakaran,” kata Siti Nurbaya,

Menurut Siti, Di Kalimantan Barat dilakukan enforcement dan sudah 19 konsesi disegel. “Kondisi gambaran hotspot hingga MInggu (8/9), sudah menurun sekitar sepertiga dari kondisi hotspot pada Rabu (4/9),” ujarnya.

Siti menjelaskan, di Kalimantan Tengah sedang didalami kebakaran dengan sebab yang mencurigakan. “Pemerintah sedang menelusuri indikasi pembakaran secara sengaja dengan mempelajari jaringan kerja kebakaran mencurigakan tersebut,” ujarnya.

Menurut Siti, pemerintah saat ini tengah bekerja sama dengan masyarakat setempat, dan juga terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.(fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 10 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami