Mendikbud : Sistem Pendidikan di Wilayah Kepulauan Belum Terkonsep

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki konsep khusus yang komprehensif untuk pengembangan dan penanganan pendidikan di wilayah dengan kondisi geografis kepulauan.

“Hingga mendekati akhir masa jabatan saya sebagai Mendikbud, memang belum ada konsep detail dan komprehensif tentang bagaimana cara menangani pendidikan di daerah dengan karakteristik wilayah kepulauan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi, Selasa (1/10)

Menurut Muhadjir, kendati belum memiliki konsep khusus, namun sejauh ini sudah ada beberapa model pendidikan yang bisa dikembangkan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) diantaranya konsep ‘sekolah satu atap’ yang menggabungkan dari tingkatan SD dan SMP, bahkan SMA.

“Konsep ini juga bisa dikembangkan di daerah kepulauan, sehingga siswa tidak perlu menyeberang ke pulau lain untuk bersekolah,” ujarnya.

Muhadjir menambahkan, dengan konsep pengembangan sekolah satu atap, jumlah guru akan lebih sedikit namun memiliki kemampuan beberapa mata pelajaran sekaligus.

“Kalau sekolah biasa satu kelas ditangani satu guru. tetapi konsep satu atap satu guru bisa menangani dua hingga tiga sekolah sekaligus,” imbuhnya.

Muhadjir menyebutkan, beberapa Kabupaten di Natuna, provinsi Kepulauan Riau yang termasuk daerah terdepan dan pedalaman, juga dikembangkan model sekolah satu atap. Begitu juga di provinsi Papua dan Papua barat.

Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan sekolah berasrama agar siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, tidak perlu harus pulang pergi setiap hari ke sekolah.

“Siswa yang rumahnya terlalu jauh saja yang dikasih kesempatan tinggal di asrama yang letaknya dekat dengan sekolah, sedangkan yang tidak jauh tidak diasramakan. Model ini juga akan dikembangkan di Maluku,” tuturnya.

Dengan model sekolah satu atap, pihaknya menyediakan fasilitas lengkap untuk menunjang pendidikan, termasuk jaringan internet yang dibutuhkan dapat disediakan oleh Kementerian Kominfo.

“Untuk tahun 2019 pihaknya akan membagikan 1,7 juta komputer tablet kepada 36.000 sekolah di seluruh Indonesia yang diprioritaskan pada sekolah yang terletak di daerah 3T, termasuk di Maluku,” jelasnya.

Pemberian 1,7 juta komputer tablet dilakukan dalam rangka mewujudkan upaya pemerintah untuk menginstitusionalisasikan proses inovasi pembelajaran berbasis digital, sekaligus menunjang proses belajar-mengajar di sekolah.

“Mudah-mudahan tahun depan kita membuat yang jauh lebih besar. Sekarang sekitar 2 juta mudah-mudahan tahun depan bisa lima atau sepuluh kali lipat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 5.000 sekolah satu atap. Pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah sekolah tersebut.

“Kami akan berupaya terus menambah jumlah sekolah satu atap yang ada sekarang, agar semakin banyak anak-anak yang bisa mengakses layanan pendidikan dasar dan menengah,”katanya.

Hamid menjelaskna, sekolah satu atap merupakan sekolah yang terintegrasi antara SD dan SMP. Sekolah satu atap memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar dan menengah.

“Jika sebelumnya, mereka harus pergi ke kota untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah, maka dengan SMP satu atap tidak perlu lagi, karena SD dan SMP satu tempat,” terangnya.

Hamid menambahkan, pengembangan sekolah satu atap memanfaatkan sumber daya dan sarana prasarana yang ada pada sekolah tersebut.

“Dengan banyaknya sekolah satu atap, kami berharap dapat menjangkau anak di lokasi terpencil sekalipun,” pungkasnya.

(der/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 2 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami