Menerima Dana Desa, KPK selidiki Kasus 56 Desa Fiktif di Kabupaten Konawe

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus 56 desa fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Lembaga antirasuah dalam hal ini, membantu aparat penegak hukum yang tengah mengusut kasus tersebut.

“Kasus itu telah dilakukan penyelidikan oleh aparat penegak hukum di Sulawesi Tenggara (Sultra),” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada JawaPos.com, Selasa (5/11).

Berdasarkan informasi, pemerintah Kabupaten Konawe diduga telah melakukan manipulasi data penerima dana desa. Terkait kasus ini, ada dugaan 56 desa fiktif belum ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda), tetapi menerima dana desa.

Dalam kasus ini, lembaga antirasuah membantu Polda Sultra untuk melakukan audit terkait dugaan kasua 56 desa fiktif di Kabupaten Konawe tersebut.

“KPK hanya membantu penyelesaian dan memastikan kasus tersebut diselesaikan dengan baik sampai berkekuatan hukum tetap,” jelas Laode.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara meminta pendampingan dari KPK dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri untuk menangani kasus tersebut.

“Kami minta pendampingan dan supervisi dari KPK dan Bareskrim Polri. Jadi, kami yang menangani kasusnya, dan yang mem-backup KPK dan Bareskrim,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto.

Selain meminta pendampingan dan supervisi dari KPK dan Bareskrim Mabes Polri, Polda Sultra juga meminta secara khusus kepada KPK untuk melakukan audit. Surat permintaannya, kata Iriyanto, juga sudah dikirim.

“Surat sudah saya kirim, meminta bantuan KPK untuk melakukan audit,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 5 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami