Menkes Beberkan Kondisi WNI yang Dikarantina di Natuna

WNI yang berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, tiba di tanah air. (Istimewa)
WNI yang berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, tiba di tanah air. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi ke Natuna dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Karantina dilakukan terhadap 238 WNI tersebut agar mereka benar-benar steril sebelum kembali ke keluarga masing-masing.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan pagi ini dirinya mendapatkan rekaman video dari layanan perpesanan WhatsApps. Dalam video tersebut, dia melihat para WNI yang dikarantina sedang berolah raga bersama TNI dan Kementerian Kesehatan.

“Saya melihat mereka berolah raga bersama, makan bersama. Situasinya ‎terlihat menyenangkan,” ujar Terawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2).

Terawan mengatakan, dari video yang ia dapatkan maka dugaan sementara para WNI tersebut telah sehat. Sehingga, dia berharap 238 WNI yang dikarantina bisa bersabar sampai saatnya nanti kembali ke rumah masing-masing.

“Itu menunjukkan mereka sehat, dan mudah-mudahan mereka betah selama 14 hari,” katanya.

Terawan juga senang karena ada masyarakat bersedia membantu TNI dan Kementerian Kesehatan dalam proses karantina 238 WNI tersebut. Tetapi, dirinya menolak tawaran tersebut demi kebaikan bersama.

Sebagai informasi, dari 245 WNI yang rencananya dievakuasi ke Indonesia, akhirnya hanya 238 yang pulang. Tujuh WNI batal pulang, karena empat di antaranya memilih tinggal, dan tiga sisanya tak lolos screening.

Rombongan WNI yang berhasil dievakuasi telah tiba di Indonesia, Minggu (2/2), dengan maskapai Batik Air. Maskapai tersebut tiba tepat pada pukul 08.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.

Setelah itu, 238 WNI diangkut menggunakan tiga pesawat milik TNI AU ke Natuna. Ketiga pesawat tersebut terdiri dari dua unit berjenis Boeing dan satu unit berjenis Hercule.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim Batam Mayor Wardoyo mengatakan, pihaknya mempersiapkan tiga pesawat tersebut atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Saat 238 WNI tersebut tiba di Hang Nadim akan langsung dilakukan pemeriksaan di dalam pesawat. Sementara WNI itu akan lebih dulu diisolasi di Natuna, Kepulauan Riau, untuk memastikan mereka sehat dan bebas dari virus korona.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Natuna dipilih menjadi tempat karantina karena jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu, Natuna juga merupakan pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola tiga matra TNI. Natuna juga memiliki landasan pacu pesawat yang berdekatan dengan lokasi karantina. (jp)

  • Dipublish : 3 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami