Menkes Siap Bekerja Sama dengan IDI

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Raka Denny/Jawa Pos)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Raka Denny/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Penemuan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto soal metode ‘Cuci Otak’ sempat menjadi kontroversi. Bahkan, mendapatkan sanksi dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) atas terobosannya berupa metode cuci otak untuk pasien stroke atau dikenal dengan istilah DSA (Digital Substraction Angiogram).

Saat ditanya soal masalahnya dengan IDI, Terawan menegaskan hal itu bukan kendala. Dirinya siap bekerja sama dengan organisasi profesi termasuk dengan PB IDI.

“Loh selalu dong (kerja sama). Kita itu semua harus bekerja sama, tidak mungkin bisa membangun Indonesia sehat tanpa kerja sama. Tidak boleh ada sekat sekat,” tegasnya dalam acara Serah Terima Jabatan kepada Nila F Moeloek di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (24/10).

Sebelumnya IDI menilai DSA (Digital Substraction Angiogram) temuan Terawan atau dikenal metode cuci otak (brain flushing) dinilai IDI tidak berbasis penelitian ilmiah dan berujung sanksi keras oleh IDI. Metode ‘cuci otak’ itu memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke. Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah terdapat penyumbatan pembuluh darah di area otak.

Namun temuannya itu sudah dianggap melanggar etik. Akibatnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjatuhkan sanksi etik. Sanksi yang diberikan dalam surat Pengurus Besar (PB) IDI menjatuhkan sanksi untuk dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai dokter Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran. (jp)

  • Dipublish : 25 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami