Menko Airlangga: Inovasi Pemkot Makassar Berpotensi Turunkan Level PPKM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, MAKASSAR — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Makassar berpotensi turun level.

“Inovasi yang dilakukan membawa Kota Makassar yang tadinya berada di level 4 kini dapat berpotensi turun level dengan melihat angka yang semakin menurun sejak adanya program isolasi apung terpadu,” katanya Selasa (24/8/2021).

“Tentu ini karena adanya gerak cepat pemerintah dalam melihat kondisi kesehatan warganya. Semoga dapat di pertahankan hingga Makassar bisa kondusif,” imbuhnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat turut hadir dalam pembelajaran tahap 2 pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota petahana tahun 2021 secara virtual yang di adakan BPSDM Kemendagri RI di hari pertama.

Ia memberikan apresiasinya atas keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam penanganan Covid-19 melalui program isolasi apung terpadu yang kini telah menunjukkan hasil.

Menko Airlangga menyebut Kota Makassar sebagai kota inspirasi dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya dengan catatan yang memuaskan.

“Selamat untuk Kota Makassar atas keberhasilannya menangani covid dengan program isolasi apung terpadu. Program ini dijadikan percontohan namun hingga kini Makassar tetap unggul dibandingkan daerah lainnya,” puji Menko.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebutkan, program isolasi apung terpadu dilakukan agar dapat segera memisahkan yang sehat dan yang sakit.

“Alhamdulillah kini berada di level 3. Tujuan isolasi apung terpadu yang kini dilirik semua kota ya karena memang kami ingin memisahkan yang sakit dan sehat. Hal tersebut dengan harapan agar tidak ada yang menjadi carrier dan berada di kehidupan sosial masyarakat. Jadi yang OTG atau gejala ringan kami naikkan ke KM Umsini,” jelasnya.

Meski demikian, Danny tetap meminta kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk taat prokes dan bersabar bagi yang belum mendapatkan vaksin sembari menunggu kiriman vaksin dari pusat yang akan dikirimkan ke beberapa daerah termasuk Makassar dalam waktu dekat ini.

“Insyaallah berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan RI secara virtual tadi, Kota Makassar akan mendapatkan sekitar 37.500 vial vaksin dan akan kami sebar untuk segera di gunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya kiriman tambahan vaksin,di harapkan Makassar dapat kembali mengadakan gerakan vaksinasi 100% tiap hari di tingkat RT/RW.

“Program vaksinasi tingkat RT/RW di harapkan dapat menekan laju pergerakan Covid-19. Selain itu tentu akan mempengaruhi roda ekonomi di Makassar. Olehnya itu saya sangat mengharapkan tambahan vaksin ini segera tiba,” imbuh Danny. (fajar/jm)

  • Dipublish : 25 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami