Menperin Ungkap Dua Faktor yang Hambat Industri Manufaktur

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah Indonesia kini tengah berjuang untuk mengatasi penyebaran dan dampak dari pandemi Covid-19. Khusus untuk sektor industri, pemerintah pun telah mengeluarkan beberapa kebijakan agar industri kembali bergairah.

Salah satu kebijakan untuk mendorong perekonomian adalah dengan rencana penerapan New Normal. Kebijakan strategis tersebut tentunya perlu diramu bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait sehingga tepat sasaran.

“Kami ingin industri kita bisa cepat rebound pasca-wabah virus korona ini, dengan memberikan berbagai stimulus yang komprehensif sesuai kebutuhan di sektornya,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Rabu (27/5).

Sebelum adanya pandemi Covid-19, pihaknya pun telah berupaya meningkatkan daya saing sektor industri melalui implementasi Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. “Kami akan terus perbarui atau menambah list penerima harga gas 6 dollar AS per MMBTU,” tuturnya.

Adapun, saat ini faktor utama permasalahan yang dihadapi sektor manufaktur akibat pandemi Covid-19 adalah kendala cash flow serta kebutuhan akan modal kerja. Menurutnya, salah satu solusi untuk kendala alur kas (cash flow) adalah memberikan fasilitasi restrukturisasi kredit.

“Hampir semua perusahaan perlu dapat restrukturisasi kredit, bukan hanya sektor UMKM,” tambah Agus.

Untuk modal kerja, hal tersebut sangat dibutuhkan untuk restarting industri ketika kondisi kembali normal dan bisa beraktivitas seperti semula. Sebab, modal kerja tersebut nantinya diperlukan agar dapat kembali mendorong investasi.

Selain itu, juga dilakukan pemberian rangsangan untuk memacu pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan bahan baku. “Guna menghadapi tantangan ini, Kementerian Perindustrian tidak bisa sendirian. Kami akan arahkan juga kementerian lain untuk satu perahu dengan kita agar sektor industri bisa rebound,” imbuhnya.

Selain itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani pun mengapresiasi atas upaya Kemenperin agar dapat menekan dampak yang dialami oleh sektor industri akibat pandemi Covid-19. “Sebaiknya memang pemerintah dapat membantu sektor industri, karena jumlahnya dan perannya terhadap PDB cukup signifikan,” ujarnya. (jp)

  • Dipublish : 27 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami