Mentan: Hortikultura Harus Lebih Maju, Mandiri dan Modern

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Ditjn Holtikultura Prihasto Setyanto melakukan ekspor benih di Purwakarta. (Kementan for JawaPos.com)
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Ditjn Holtikultura Prihasto Setyanto melakukan ekspor benih di Purwakarta. (Kementan for JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Kementerian Pertanian terus berbenah dalam mengembangkan produk holtikultura. Dalam lima tahun ke depan, diharapkan peningkatan kualitas komoditas hortikultura ini dapat bersaing di pasar internasional.

“Kami namakan GEDOR HORTI yang berarti gerakan mendorong produksi, daya saing, ramah lingkungan hortikultura,” ujar Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto  dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Selasa (17/12).

Melalui program ini, diharapkan produk hortikultura bisa masuk dan bersaing dengan produk sejenis dari negara lain. Fokus utama program ini adalah menjaga kualitas dan standar mutu produk hortikultura yang berorientasi ekspor. “Karena kualitas merupakan hal yang paling penting bagi konsumen,” ujarnya.

Salah satu pihak swasta yang telah melakukan ekspor adalah PT East Weed Seed Indonesia (EWINDO), meskipun berbentuk benih, kunci untuk peningkatan daya saing usaha budidaya hortikultura adalah dukungan ketersediaan benih bermutu. Sebab benih merupakan komponen utama penunjang keberhasilan budidaya pertanian.

“Benih bermutu memiliki jaminan menghasilkan produk yang diinginkan dan mampu bersaing dengan produk manca negara. Penggunaan benih berkualitas ini adalah juga menjadi salah satu variebel utama bagi petani untuk meningkatkan produktivitas,” pungkasnya.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menjelaskan, subsektor pertanian memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Merujuk Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan PDB sektor pertanian Triwulan II-2019 meningkat 5,41 persen. Pertumbuhan PDB tersebut lebih besar dari Triwulan II-2017 dan 2018 yang masing-masing sebesar 3 persen dan 5,01 persen.

“Subsektor hortikultura menjadi penyumbang terbesar kedua untuk PDB sektor pertanian yakni 6,11 persen,” ucapnya.

Selain itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar yang diminati bagi produk sejenis dari negara lain. “Saya minta hortikultura ke depan harus lebih maju, mandiri dan modern,” tegasnya. (jp)

  • Dipublish : 17 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami