Mentan Syahrul Yasin Limpo Kejar Mafia Pangan Sampai ke Akar-Akarnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak main-main mengemban tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membenahi sektor pertanian. Salah satunya, agenda yang akan dilakukan adalah memberantas mafia pangan.

Hal itu terkait pernyataan Mentan Amran Sulaiman periode 2014-2019, yang menyebutkan masih terjadi mafia pangan yang meresahkan sektor pertanian, saat acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Pertanian di Gedung Kementan, Jakarta, kemarin (25/10).

“Mana itu mafia, tunjukkan kepada saya. Saya biasa tempur di lapangan kok,” kata Syahrul dalam pidatonya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menegaskan agar tidak ada yang bermain-main dengan dirinya. Siapapun yang menghambat sektor pertanian, maka akan dilibas. Apalagi langkah itu telah mendapat dukungan dari Presiden Jokowi.

“Apa yang menyeleweng dari peraturan, jangan lakukan. Siapapun yang menghambat, selama saya izin dari bapak presiden, saya akan tabrak itu. Karena itu saya harus belajar agar akselerasi dari semua ini bisa dicapai dan selesai,” ujar dia.

Ancaman dia tidak main-main dan memang dirinya konsisten terhadap kebenaran. Artinya ketika menemukan kemungkaran akan diberantas sampai ke akar-akarnya.

“Cek proses perjalanan hidup saya. Saya hanya tunduk pada kebenaran dan apa yang digariskan oleh agama saya,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Yasin juga mengajak kepada masing-masing eselon untuk bertanggung jawab terhadap tupoksinya masing-masing.

“Bapak-bapak pemegang struktural harus bertanggung jawab ke saya. Saya mau lihat itu. Pemimpin itu bertanggung jawab sampai rumahtangganya. Anak-anak dan istrimu adalah bagian tanggungjawab dari kementerian ini. Mulai hari ini saya mau lihat apa yang bisa Anda lakukan untuk negeri ini,” ujar Syahrul.

Dia juga meminta untuk membenanhi data pangan dan pengendalian pangan selama 100 haru ke depan. Dia meminta para eselon laporan terbaru setiap pekannya dan tidak perlu panjang-panjang cukup dua lembar.

Selain itu, dia juga meminta Perum Bulog ikut membantunya. Serta tak lupa Menteri Pertaniannya sebelumnya Amran Sulaiman memberian masukan pada Kementan.

“Mulai sekarang samapi 100 hari tidak boleh ada yang tidur nyenyak. Bulog harus bantu saya, tidak ada sekat,” imbuh dia.

Saat Sertijab, Amran Sulaiman mengungkap keberadaan mafia pangan selama kepemimpinannnya. Dia mengatakan, kasus mafia pangan yang telah ditangani Tim Satgas Polri telah mencapai 784 kasus.

“Kasus tersebut antara lain 22 kasus hortikultura, 13 kasus pupuk, 27 kasus ternak, 66 kasus beras dan selebihnya kasus lain. Dari semua kasus, sebanyak 411 orang telah ditetapkan sebagai Amran

Sampai saat ini, kata Amran, kasus penanganannya sudah masuk di Kepolisian dan Kementan telah melakukan tindak lanjut berupa blacklist 74 kasus. “Ada 784 mafia yang diproses hukum dan 400 masuk penjara,” ucap Amran.

Amran meyakini Syahrul mampu memberantas dengan tuntas mafia pangan selama kepemimpinannya lima tahun ke depan. “Kami yakin ini bisa diselesaikan Pak Syahrul,” pungkas Amran.

Soal mafia pangan, Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) juga sempat mencium gelagat tak beres dalam distribusi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019. Anggaran BPNT cukup besar mencapai Rp20 triliun.

Hasil penelusuran polisi, oknum tersebut memasukkan beras medium ke dalam kemasan bermerek premium. Sebulan, oknum tersebut meraup keuntungan hingga Rp9 miliar.

(fin)

  • Dipublish : 26 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami