Menteri Baru Disiapkan Mobil Rp147 Miliar, Begini Kata HNW

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA– Menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin bakal mendapatkan mobil dinas baru untuk ‎kegiatan operasional.

Anggaran pengadaan tersebut lebih dari Rp147 miliar‎. Namun, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid berpendapat bahwa pengadaan tersebut belum diperlukan.

Dikutip dari laman resmi Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pemerintah telah melakukan Pengadaan Kendaraan Menteri Negara/Pejabat Setingkat Menteri. Pengadaan ini sudah dimulai pada 19 Maret 2019 dan kini lelang tender tersebut sudah selesai.

Lelang tender ini dimenangi PT Astra International Tbk-Tso dengan harga Rp147.229.317.000. Saat ini, semua tahapan lelang tender sudah terlewati oleh PT Astra, dari Pembuktian Kualifikasi hingga Penandatanganan Kontrak.

Menurut Hidayat, lebih baik anggaran pengadaan mobil menteri ini dialokasikan ke yang lain yang lebih berguna. “Dipergunakan untuk beasiswa, dan membantu sekolah yang hancur akibat gempa itu jelas lebih diperlukan oleh rekyat ketimbang mobil dinas,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8).

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menilai, mobil dinas menteri yang ada saat ini masih layak digunakan. Makanya, ia merasa pengadaan mobil dinas tersebut bukanlah kebutuhan mendesak yang mesti dipenuhi.

“Mobil dinas ini sesungguhnya masih memadai untuk digunakan. Saya sih lebih setuju bila pemerintah memajukan program SDM unggul. Karenanya anggaran (mobil menteri, Red) sebaikan dipergunakan ke sana (program SDM, Red),” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto juga mengatakan pengadaan mobil dinas untuk menteri baru belum terlalu mendesak. Karena kondisi ekonomi yang tidak bagus, ia berpendapat ada baiknya pemerintah menghemat anggaran.

“Kalau menurut saya belum kebutuhan mendesak, apalagi ditengah anggaran yang sulit sekarang,” kata Yandri.

Ketua DPP Partai Amanat Nasinal (PAN) ini menilai, sebaiknya Jokowi melakukan evaluasi terhadap pengadaan mobil dinas menteri. Sebab masih banyak yang harus dilakukan ketimbang memberikan fasilitas tersebut. (jp)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 22 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami