Menteri Erick Sebut Pandemi Lebih Berat dari Krisis 1998 dan 2008

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

jaringanmedia.co.id  – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ampak pandemi Covid-19 memang sangatlah berat, menghancurkan sendi-sendi kehidupan, tidak hanya masalah kesehatan namun juga masalah ekonomi.

“Dibandingkan dengan krisis 1998 dan 2008 waktu itu hanya menyentuh masalah finansial, tapi krisis yang terjadi saat ini benar-benar menciptakan kesenjangan yang sangat mengkhawatirkan. Di mana Covid-19 memunculkan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, yang besar makin besar dan yang kecil makin kecil,” ucap Erick dalam penutupan Apkasi Otonomi Expo 2021 di Pre Function Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Erick menyatakan siap bekerjasama dengan para bupati untuk membangkitkan ekonomi di daerah. “Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, ini rahasia Allah SWT, tapi tentu kita harus mengintervensi keadaan. Kita-kita yang diberi amanah sebagai pemerintah pusat, pemerintah daerah atau siapa pun yang memangku kebijakan. UMKM, ekonomi rakyat ini yang harus mulai dibangkitkan,” ujarnya.

Dia mengajak kepala daerah bisa melakukan hal-hal yang mirip dengan yang dilakukan Kememterian BUMN, yakni Indonesia Sehat di mana suka tidak suka ancaman kesehatan akan terus terjadi. Kemiripan di daerah adalah bagaimana kepala daerah bisa memastikan rumah sakit dan puskesmas menjadi tulang pungung bagi pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Kedua adalah Indonesia Bekerja, yang fokus membuka lapangan kerja terutama untuk antisipasi bagi yang terdampak Covid-19. Ketiga Indonesia Tumbuh melalui teknologi digital, di mana e-commerce mencatatkan pertumbuhan yang bagus dengan syarat ini harus bisa mengangkat UMKM lokal, bukan sebaliknya malah banjir barang-barang import, serta mendorong industri makanan dan minuman dan industri lainnya melalui penggunaan aplikasi. Strateginya bagaimana konten lokal tumbuh dan industril lokal juga bisa berkembang.

“Kalau kita bergotong royong bersama-sama, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan generasi muda kita, dan seluruh rakyat Indonesia, insya Allah kita akan terus tumbuh, kita akan terus besar, tetapi sudah seharusnya kita juga bisa merdeka berdaulat untuk kejayaan Indonesia,” ujarnya.

Erick berpesan agar kegiatan Apkasi Otonomi Expo terus diperbaiki, dimanfaatkan sebagai ajang promosi secara tepat sasaran sesuai dengan road map masing-masing daerah. “Saya terbuka untuk bekerjasama dengan para bupati toh program-program tadi itu bukanlah program pribadi, tapi program yang mesti kita gulirkan bersama-sama, dan saat ini kita tidak mungkin berdiri sendiri, tapi kita mesti cocok investasinya, dan juga cocok dengan strateginya.”

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang selaku Ketua Panitia Apakasi Otonomi Expo 2021 melaporkan bahwa pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Apkasi ini terdiri dari rangkaian kegiatan utama yakni, pertama pameran di mana tahun ini diikuti oleh 85 peserta, terdiri dari 75 Pemerintah Kabupaten, 4 Kementerian, 2 Pemerintah Provinsi, 1 BUMN dan 8 kalangan swasta.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tertib dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat menempati 140 stand. Pengunjung tercatat 8.000 pengunjung terdiri dari masyarakat umum dari kalangan umum dan investor dan dari dinas-dinas terkait,” terang Sarman. (jpc/jm)

  • Dipublish : 25 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami