Menuju New Normal, Habibie: Gorontalo Sangat Siap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

GORONTALO,– Empat provinsi yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk Gorontalo siap memasuki ‘era’ baru. Penerapan New Normal menghadapi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) siap diterapkan.

Gorontalo bersama tiga provinsi lainnya, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. “Gorontalo sangat siap. Skenario penerapan new normal akan kita kaji besok bersama tim,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat diwawancarai usai memimpin rapat Forkopimda di rumah jabatan Gubernur, Selasa (26/5).

Rusli menegaskan, penerapan New Normal akan dilakukan melalui kajian yang matang. Guna menghindari kebingungan masyarakat. Kajian tersebut akan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan. “Jadi belum ada waktu pasti kapan New Normal akan diterapkan, karena harus kita kaji lebih dahulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur Gorontalo dua periode itu menjelaskan, Pemprov Gorontalo akan lebih banyak melakukan upaya preventif dan sosialisasi dalam penerapan New Normal. Sosialisasi akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah dengan melibatkan berbagai komponen, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Semua akan kita gerakkan untuk penerapan New Normal. Intinya, apapun yang menjadi imbauan pemerintah pusat dan daerah, itu kembali pada kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Kalau saja tingkat kesadaran masyarakat sudah baik, tentunya tidak perlu lagi ada pembatasan wilayah, pembatasan waktu beraktivitas dan penutupan pasar,” pungkas Rusli.

Sementara itu untuk penerapan new normal, TNI/Polri akan dikerahkan untuk mendisiplinklan masyarakat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, pasukan TNI/Polri akan diturunkan di 1.800 titik di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Objeknya adalah tempat-tempat lalulintas masyarakat, mal-mal, pasar-pasar rakyat, tempat pariwisata. Dari data yang ada di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut,” kata Hadi Tjahjanto di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Selasa.

Hadi menyampaikan hal tersebut seusai mendampingi Presiden Joko Widodo, meninjau kesiapan penerapan prosedur standar normal baru di sarana publik. Yaitu di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Hadir pula dalam peninjauan tersebut Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta para pejabat terkait lainnya.

“Dalam tahap pertama ini akan kita laksanakan di 4 tempat yaitu di DKI Jakarta khususnya di bundaran HI, kemudian di wilayah Bekasi, di provinsi Jawa Barat, di Sumatera Barat dan di Gorontalo,” tambah Hadi.(gorontalopost)

  • Dipublish : 27 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami