Minta Observasi Dipindah ke Kapal Perang

FOTO: KEDUBES RI
FOTO: KEDUBES RI
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar aksi unjukrasa pada Senin (3/2). Kali ini mereka meminta lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan dipindahkan. Yakni dari hanggar Lanud Raden Sadjad ke kapal perang milik TNI AL yang ditempatkan di tengah laut. Warga mengaku khawatir, karena lokasi hanggar dianggap dekat dengan pemukiman.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menegaskan tidak pernah diajak berkomunikasi oleh pemerintah pusat soal pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi WNI dari Wuhan, Cina. “Kebijakan ini dari pemerintah pusat. Bukan dari pemerintah daerah. Saya sudah menolak dan menyampaikannya ke Menteri Kesehatan dan Ketua BNPB,” tegas Abdul Hamid, Senin (3/2). Tuntutan warga soal pemindahan lokasi observasi tersebut akan diteruskan ke Presiden Jokowi.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan pemilihan Lanud Raden Sadjad paling cocok. Alasannya, sudah berdasarkan kajian. “Memang harus kompleks militer, sesuai aturannya supaya disiplin. Paling cocok kompleks militer. Dimana bandaranya juga kompleks lalu lintas udara militer. Jadi semuanya ini berdasarkan kajian,” kata Terawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2).

Menurutnya, permintaan warga Natuna yang menginginkan 238 WNI dari Wuhan dirawat di kapal perang tak manusiawi. Dia meminta masyarakat berpikir rasional. “Kalau di kapal, itu tidak manusiawi. Apalagi kapal perang. Memang tak disiapkan untuk itu. Di sana ada anak-anak, ada ibu hamil. Jadi kita harus rasiona,” imbuhnya.

Dia berjanji akan menjelaskan kepada warga Natuna soal prosedur penanganan oberservasi para WNI tersebut. “Pelan-pelan kita beritahu. Kesehatan warga Natuna harus tetap dijaga. Ini tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab kita semua,” tukasnya.(rh/fin)

  • Dipublish : 4 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami