Minyak Dunia Turun Drastis, Gubernur BI Kaget

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Senin (9/3). (Saifan Zaking/JawaPos.com)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Senin (9/3). (Saifan Zaking/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Harga minyak dunia turun drastis setelah pertemuan antar negara yang tergabung dalam OPEC tidak menghasilkan kesepakatan. Penurunan parah ini tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, dalam pertemuan tersebut terjadi perselisihan antara kedua negara pengekspor minyak dunia, yakni Arab Saudi dan Rusia. Hal ini terjadi karena Rusia menolak rencana pengurangan produksi OPEC untuk menstabilkan harga, sebagaimana diketahui karena adanya ancaman perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh Coronavirus.

Saat ini, OPEC telah memotong produksinya sebesar 2,1 juta barel per hari (bph). Bahkan, berencana untuk pengurangan baru hingga 1,5 juta bph hingga akhir tahun.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pun mengaku kaget dengan adanya kabar tersebut. Setelah perang dagang agak mulai mereda, dan ditengah isu COVID-19, penurunan harga minyak disebut akan makin memperparah perekonomian global.

“Pagi ini kita dihentakkan dengan perang minyak yang membuat harga minyak turun dari sekitar USD 60 pbh menjadi USD 30 pbh, inilah contoh-contoh bahwa menurunnya (perekonomian, Red) globalisasi itu demikian cepat,” terangnya di kantornya, Jakarta, Senin (9/3).

Dilansir dari Reuters.com, untuk minyak mentah berjangka Brent turun sebesar USD 14,25 atau 31,5 persen menjadi USD 31,02 pbh. Untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun sebanyak USD 11,28 atau 27,4 persen menjadi USD 30 pbh.

Penurunan untuk Brent merupakan yang terbesar setelah perang teluk I pada 1991 di mana harganya pada saat itu sebesar USD 35,75 pbh. Begitu pula dengan WTI yang pada saat itu memiliki nilai USD 32,61 pbh. (jp)

  • Dipublish : 9 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami