Miris, Siswa SD Tetap Belajar di Bawah Ancaman Bangunan Ambruk

Siswa SDN Sukagalih, Desa Sukagali, Kecamatan Takokak, Cianjur, tetap menjalani proses belajar mengajar meskipun kelas yang mereka tempati nyaris ambruk dan tidak layak digunakan. Foto: ANTARA/Ahmad Fikri
Siswa SDN Sukagalih, Desa Sukagali, Kecamatan Takokak, Cianjur, tetap menjalani proses belajar mengajar meskipun kelas yang mereka tempati nyaris ambruk dan tidak layak digunakan. Foto: ANTARA/Ahmad Fikri
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

CIANJUR,- Ratusan siswa SDN Sukagalih di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa belajar di bawah ancaman bangunan kelas yang nyaris ambruk.

Mirisnya, pengajuan perbaikan yang dilayangkan pihak sekolah tidak kunjung terlaksana.

Bahkan, 142 siswa di sekolah tersebut terpaksa dipulangkan atau diliburkan ketika hujan turun deras untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Karena tiga ruang kelas kondisinya sudah tidak layak digunakan dan tiga ruang lainnya meskipun masih layak namun mengalami sejumlah kerusakan di bagian atap dan dinding.

“Sudah lebih dari enam tahun terakhir siswa belajar di bawah ancaman bangunan kelas yang sudah tidak layak digunakan. Namun kami tidak dapat berbuat banyak, kalau hujan turun deras sudah pasti kelas dibubarkan karena sebagian besar atap kelas rusak berat,” kata Dedi Hindarsyah salah satu guru SDN Sukagalih saat dihubungi, Sabtu (4/1).

Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah bersama orang tua murid dan komite sekolah, termasuk menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki bagunan yang rusak. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama karena ruangan lain mengalami kerusakan akibat termakan usia.

“Termasuk pengajuan perbaikan ke dinas pendidikan baik secara langsung atau melalui kecamatan. Namun hingga saat ini, bangunan yang sudah berusia enam belas tahun nyaris ambruk, belum juga mendapat perhatian. Setiap tahun kami berharap Pemkab Cianjur, membangun sekolah kami,” katanya.

Ia menjelaskan, impian mendapat pembangunan kelas baru diharapan dapat meningkatkan minat pedidikan di wilayah terujung Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi, terus meningkat, meskipun dengan bangunan yang nyaris roboh jumlah siswa baru Setiap tahun tidak pernah berkurang.

“Sebagian besar lulusan kami dapat melanjutkan pendidikan ke SMP melalui jalur prestasi meskipun mereka belajar dibawah ancaman bangunan yang bisa kapan saja ambruk. Kami berharapa Bupati Cianjur melihat langsung ke sekolah kami,” katanya. (antara/jpnn)

  • Dipublish : 4 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami