Mobilitas Pegawai Dibatasi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR – Pergerakan atau mobilitas Apatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar. Saat ini diberlakukan sistem sif.

Plt Kepala BPKSDM Kota Makassar, Basri Rakhman mengatakan, sistem sif sesuai aturan Pemerintah Pusat menyesuaikan konsep kenormalan baru.

“Masih jalan. Tetapi kami kepala OPD diminta untuk memantau setiap hari. Ini penting agar efektivitas kinerja pegawai tetap terukur. Terutama soal pelayanan,” ujarnya kepada FAJAR, Rabu, 15 Juli.

Pegawai mulai terbiasa dengan sistem sif. Kuncinya adalah tugas dan tanggung jawab bisa tetap jalan tanpa harus ke kantor.

“Aturannya itu 50 persen yang bisa masuk kantor dari jumlah pegawai di OPD. Itu menyesuaikan kembali ke dinas atau bagian masing-masing penerapannya,” ucap Basri.

Saat ini, pembatasan kerja atau mobilitas ASN masuk dalam kajian Pemerintah Pusat. Ada rencana konsep ini akan jangka panjang. Terutama di ibu kota provinsi.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mengeluarkan surat edaran untuk menekan mobilitas ASN di jalan.

Tujuannya tak hanya agar prinsip jaga jarak berjalan dengan baik di kantor, tetapi jumlah membatasi kendaraan di jalan. Sebab, ledakan virus di jalan tetap mengintai jika terjadi ledakan jumlah kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said mengungkapkan, aktivitas sekolah dan perkantoran yang belum normal sangat memberi efek terhadap jumlah kendaraan di jalan.

Soal rencana pemerintah yang ingin membatasi mobilitas ASN dengan sistem sif dinilai sebagai kebijakan positif. Selama itu tak mengganggu tugas-tugas di pemerintahan.

“Arus kendaraan memang meningkat, tetapi relatif bisa dikendalikan. Tidak seperti sebelumnya, jam macet itu biasa pagi dan sore. Itu karena orang berangkat dan pulang kantor dan sekolah,” ungkap dia. (rdi/rif)

  • Dipublish : 16 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami